Jenazah Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Pakubuwono XIII, dikirab menuju Loji Gandrung pada Rabu, 5 November 2025 pagi. Prosesi ini menyusul serangkaian ritual pelepasan jenazah yang dilakukan oleh keluarga Keraton.
Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Kirab dimulai dengan barisan prajurit keraton yang mengiringi, disusul penyebaran udik-udik sepanjang rute. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya tradisi yang terus dilestarikan.
Rangkaian Prosesi Kirab
Kirab dimulai dengan kehadiran barisan prajurit keraton sambil menyebarkan udik-udik di sepanjang rute. Prosesi pelepasan jenazah diadakan oleh KGPHA Dipokusumo, adik dari Pakubuwono XIII, dalam ritual yang dinamakan Layon Dalem SISKS Pakoe Boewono XIII Hangabehi.
Dalam iring-iringan tersebut, terdapat kereta jenazah yang didampingi dua kereta pengiring. KGPHA Dipokusumo menyatakan, "Yang mengiringi abdi dalem dan keluarga, ada prajurit juga. Selain kereta jenazah, ada dua kereta yang mengiringi dan kereta untuk menyebar udik-udik sampai di Loji Gandrung."
Koordinasi dengan Kasultanan Yogyakarta turut dilakukan agar iring-iringan dapat bertemu di Prambanan. Ini menjadi bukti pentingnya tradisi yang yang harus dijaga serta dilestarikan oleh generasi kini.
Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing
Keamanan dan Pengaturan Lalu Lintas
Polresta Solo mengerahkan 469 personel demi pengamanan prosesi kirab dan pemakaman. Wakapolresta Solo, AKBP Sigit, menjelaskan tentang strategi pengamanan yang diterapkan di titik-titik strategis sepanjang rute prosesi.
"Petugas juga akan membuat tirai pengamanan dan memberi imbauan kepada masyarakat agar situasi tetap kondusif. Bagi warga, silakan memberi penghormatan, tetapi tetap tertib dan aman," ujar Sigit.
Pengaturan lalu lintas menjadi fokus utama lainnya untuk memastikan kelancaran kirab. Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Solo, Ari, menekankan akan adanya rekayasa lalu lintas untuk memperlancar prosesi.
Tradisi dan Penghormatan Masyarakat
Sebelum kirab berlangsung, keluarga Keraton Solo melaksanakan tradisi Jawa yang dikenal dengan 'brobosan' untuk menghormati Pakubuwono XIII. Tradisi ini integral dalam proses pemakaman dan mencerminkan nilai budaya yang mendalam.
Masyarakat ikut berpartisipasi dalam memberikan penghormatan selama prosesi berlangsung. Dengan situasi yang tertib, warga diimbau untuk mengikuti dan menjaga keamanan acara.
Melalui acara ini, masyarakat juga menunjukkan rasa cinta dan hormat terhadap warisan budaya serta sejarah yang ditinggalkan oleh Pakubuwono XIII.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: