Selasa, 04 NOVEMBER 2025 • 22:15 WIB

Menggali FOMO: Pengaruh Media Sosial terhadap Kesehatan Mental

Author

Menggali FOMO: Pengaruh Media Sosial terhadap Kesehatan Mental

FOMO, atau fear of missing out, semakin menjadi nyata di era digital saat ini. Banyak orang merasa tertekan akibat takut kehilangan informasi atau pengalaman menarik yang dilakukan teman-teman mereka.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia

Tekanan ini tidak hanya terbatas pada media sosial tetapi juga meluas ke kehidupan sehari-hari. Dalam artikel ini, kita akan membahas dampak FOMO terhadap kesehatan mental dan bagaimana cara mengatasinya.

Apa Itu FOMO?

FOMO adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perasaan cemas saat seseorang merasa hal-hal menarik terjadi di luar diri mereka. Rasa ini seringkali dipicu oleh interaksi di media sosial, di mana kita melihat teman-teman melakukan aktivitas menarik.

Tidak jarang, FOMO disebabkan oleh perbandingan sosial yang tidak sehat. Mengamati postingan orang lain bisa membuat seseorang merasa hidup mereka tidak memuaskan.

Penelitian menunjukkan bahwa FOMO dapat menyebabkan stres dan kecemasan berkepanjangan. Rasa ingin tahu berlebihan tentang apa yang dilakukan orang lain dapat mengganggu konsentrasi serta kualitas hidup.

FOMO juga mempengaruhi keputusan sehari-hari, mendorong individu menghadiri acara yang tidak diinginkan demi menghindari rasa kehilangan.

Dampak Psikologis dari FOMO

Salah satu dampak besar dari FOMO adalah munculnya perasaan depresi. Individu yang sering merasa ketinggalan umumnya memiliki kepuasan hidup yang lebih rendah.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Yang Perlu Diketahui

Seiring waktu, dampak negatif ini bisa berujung pada gangguan mental yang serius. Stres berkepanjangan yang diakibatkan FOMO berpotensi memicu kecemasan dan gangguan tidur.

Banyak studi menunjukkan bahwa mereka yang mengalami FOMO cenderung menggunakan media sosial secara berlebihan, menciptakan siklus di mana individu merasa semakin terasing meskipun selalu terhubung secara digital.

Kebahagiaan dan nilai diri sering kali diukur berdasarkan seberapa sering mereka 'ikut serta' dalam momen sosial yang diunggah teman-teman.

Mencegah Dampak Negatif FOMO

Menghadapi FOMO, penting bagi individu untuk menyadari perasaan ini dan mengenali tanda-tanda kecemasan yang muncul. Meditasi dan mindfulness adalah cara efektif untuk meredakan kecemasan yang berkaitan dengan FOMO.

Mengurangi penggunaan media sosial bisa menjadi langkah awal yang baik. Dengan tidak terlalu sering mengecek platform sosial, stres yang timbul dari FOMO dapat diminimalkan.

Menciptakan ruang bagi diri sendiri untuk terhubung dengan aktivitas nyata yang menyenangkan, seperti berolahraga atau berkumpul dengan keluarga, juga bisa menjadi solusi yang efektif.

Penting untuk belajar menerima bahwa tidak setiap momen perlu diabadikan atau dibandingkan dengan orang lain. Menikmati hidup dengan caranya sendiri menjadi kunci untuk mengatasi FOMO.

Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU