Selasa, 04 NOVEMBER 2025 • 14:05 WIB

Penipuan Digital Hentikan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Bandung Barat

Author

Penipuan Digital Hentikan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Bandung Barat

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat terpaksa dihentikan setelah dana operasional sebesar Rp 1 miliar menghilang akibat dugaan penipuan digital.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban, MC, menjadi korban setelah memberikan informasi rekening kepada oknum yang mengaku sebagai petugas bank.

Detail Kejadian Penipuan

Kejadian ini bermula pada Kamis, 31 Oktober 2025, ketika MC menerima notifikasi dari BNI Direct meminta penggantian kata sandi. Merasa khawatir dana dalam rekening lembaganya akan dibekukan, MC pun menghubungi layanan chat resmi BNI.

Setelah berinteraksi melalui chat, seseorang yang mengaku sebagai petugas BNI memberikan tautan untuk mengganti kata sandi sambil meminta sejumlah data penting dari MC. Tanpa melakukan verifikasi lebih lanjut, MC mengikuti instruksi tersebut, yang berujung pada hilangnya dana.

Setelah mengirimkan informasi yang diminta, MC tidak dapat lagi menghubungi nomor yang mengaku sebagai petugas BNI. Hal ini kemudian menciptakan ketidakstabilan dalam operasional program MBG.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Dampak Terhadap Program Makanan

Hilangnya dana sebesar Rp 1 miliar mengakibatkan terhentinya seluruh kegiatan operasional dapur SPPG Pangauban. Hendrik Irawan, pemilik SPPG, menyatakan bahwa ribuan porsi makanan yang biasanya disalurkan setiap hari tidak bisa diproduksi kembali akibat krisis anggaran.

“Benar kejadiannya seperti itu. Jadi kami tidak bisa beroperasi karena dana yang ada terkuras oleh penipu. Jelas ini kelalaian dari Kepala SPPG,” ungkap Hendrik saat dikonfirmasi.

Kegiatan dapur yang sebelumnya menjadi salah satu program unggulan pemerintah dalam penanganan gizi anak sekolah ini kini terpaksa ditutup hingga ada solusi dari pihak berwenang.

Tindakan dan Respon Pihak Berwenang

Setelah kejadian ini, pihak SPPG melaporkan kasusnya ke Badan Gizi Nasional (BGN) dan diarahkan untuk menyusun laporan resmi ke Bareskrim Polri. Proses klarifikasi terhadap kasus ini sedang berlangsung, termasuk pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terlibat.

Hendrik menambahkan, “Kami sudah melapor ke BGN dan meminta solusi baiknya bagaimana. Kami masih menunggu solusinya, untuk dapur tidak beroperasi karena tidak ada dana lagi.”

Kasus ini menyoroti pentingnya verifikasi informasi yang diterima, terutama dalam transaksi melalui media digital. Pihak terkait diharapkan dapat memberikan dukungan agar program MBG dapat beroperasi kembali.

Baca juga: Kota-Kota Terbaik untuk Liburan Sendirian di Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU