Jumat, 31 OKTOBER 2025 • 11:27 WIB

Langkah Pemerintah Mengatasi Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Author

Langkah Pemerintah Mengatasi Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah proaktif dengan memerintahkan sejumlah menteri untuk menangani utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh, yang tengah menjadi perdebatan publik. Permintaan tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam rapat terbatas tim ekonomi baru-baru ini.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia

Dalam pertemuan itu, Prabowo meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, dan CEO Danantara Rosan Roeslani untuk mencari solusi terbaik guna menyelesaikan utang tanpa berdampak negatif pada perekonomian.

Arahan Presiden pada Rapat Terbatas

Dalam rapat yang berlangsung di Antara Heritage Center, Jakarta Pusat, Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memberikan arahan strategis kepada tim perekonomian. Arahan tersebut mencakup perhitungan detail dan pemetaan opsi untuk mengatasi utang proyek Kereta Cepat Whoosh.

Prasetyo menekankan pentingnya opsi perpanjangan masa pinjaman untuk menangani masalah utang secara lebih terencana. "Kemarin dibahas. Pak Airlangga Menko, Menteri Keuangan, kemudian CEO Danantara, diminta untuk menghitung lagi detailnya," ujar Prasetyo.

Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Kewajiban Pemerintah dalam Penyediaan Transportasi Publik

Prasetyo juga menegaskan bahwa utang yang terkait dengan proyek Whoosh adalah tanggung jawab kolektif yang perlu diselesaikan bersama. "Kewajiban kita semua, bukan cuma pemerintah, untuk menyediakan transportasi publik yang sebaik-baiknya," tegasnya.

Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan berbagai sektor transportasi publik, tidak hanya fokus pada Kereta Cepat Whoosh. Opsi negosiasi pembayaran utang pun diharapkan dapat dilakukan untuk mencapai penyelesaian yang tepat.

Langkah-langkah Negosiasi yang Ditempuh

Menanggapi situasi utang Whoosh, Menteri Keuangan Purbaya menjelaskan bahwa tidak ada penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam penanganan utang ini. Penanganan utang diserahkan sepenuhnya kepada Danantara.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa mereka akan segera melakukan negosiasi utang dengan pihak China. "Kami akan bernegosiasi lagi untuk menentukan syarat-syarat pinjaman yang lebih baik," ungkap Dony, sambil menekankan pentingnya kesepakatan terkait jangka waktu pinjaman dan suku bunga.

Baca juga: Kota-Kota Terbaik untuk Liburan Sendirian di Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU