Ilmuwan baru-baru ini memperkenalkan spesies kadal baru di Vietnam yang dinamai Acanthosaura grismeri. Kadal ini menarik perhatian karena memiliki duri tajam di punggungnya, menyerupai bilah pisau.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Ditemukan di hutan Krong Bong, Provinsi Dak Lak, Acanthosaura grismeri menampilkan karakteristik fisik yang unik, menambah biodiversitas di Dataran Tinggi Tengah Vietnam.
Ciri-Ciri Fisik dan Habitat
Acanthosaura grismeri dapat dijumpai di hutan Krong Bong, Provinsi Dak Lak, yang merupakan bagian dari Dataran Tinggi Tengah Vietnam. Spesies ini memiliki deretan duri besar dan tajam yang membedakannya dari spesies lainnya dalam genus Acanthosaura.
Kadal jantan memiliki ukuran antara 7,5 hingga 9 cm, sedangkan kadal betina lebih besar, mencapai 10 hingga 11,5 cm. Dari segi warna, kadal jantan didominasi oleh punggung hijau terang, sedangkan betina memiliki warna cokelat muda dengan bintik-bintik gelap.
Keberadaan spesies ini di hutan yang kaya akan keanekaragaman hayati menunjukkan pentingnya ekosistem tersebut untuk penelitian lebih lanjut dan pelestarian.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas
Metodologi Penelitian
Penelitian yang memunculkan penemuan ini dipimpin oleh Linh Tu Hoang Le dari Vietnam Academy of Science and Technology (VAST). Tim peneliti menggunakan metode taksonomi integratif yang menggabungkan data genetik, anatomi, dan distribusi geografis.
Pengurutan gen COI mengungkapkan perbedaan genetik yang signifikan antara 7,82% hingga 25,36%, menandakan bahwa Acanthosaura grismeri merupakan cabang evolusi tersendiri. Analisis filogenetik menunjukkan bahwa spesies ini tergabung dalam kelompok monofiletik.
Metodologi ini tidak hanya meningkatkan akurasi identifikasi spesies tetapi juga menunjukkan kompleksitas genetika yang ada dalam ekosistem.
Signifikansi Penemuan
Penemuan Acanthosaura grismeri memberikan kontribusi besar terhadap daftar spesies di Vietnam. Selain itu, hal ini meningkatkan kesadaran akan kekayaan keanekaragaman hayati di wilayah tersebut.
Karakteristik fisik yang unik membantu dalam pengidentifikasian spesies reptil dan memperkuat pengetahuan tentang taksonomi di area tersebut. Hal ini juga bisa menjadi indikator penting bagi upaya konservasi.
Dataran Tinggi Tengah Vietnam dikenal sebagai hotspot keanekaragaman hayati, dan penemuan semacam ini mendukung upaya perlindungan spesies yang terancam agar tidak punah.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: