Selasa, 28 OKTOBER 2025 • 14:59 WIB

Manusia, Predator Terbesar untuk Satwa Liar di Afrika

Author

Manusia, Predator Terbesar untuk Satwa Liar di Afrika

Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa manusia adalah predator paling ditakuti di rantai makanan Afrika, bahkan lebih dari singa. Satwa liar menunjukkan reaksi ketakutan yang lebih besar terhadap suara manusia dibandingkan suara predator lainnya.

Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Kontroversi dalam Kunjungan ke China

Tim peneliti dari Western University di Kanada menemukan bahwa sekitar 95 persen spesies satwa liar bereaksi signifikan ketika mendengar suara manusia. Ini merupakan temuan mengejutkan yang mempengaruhi perspektif kita tentang hubungan antara manusia dan hewan di alam liar.

Metodologi Penelitian

Penelitian ini dilakukan oleh Liana Zanette dan timnya di Taman Nasional Kruger Besar, Afrika Selatan, kawasan dengan populasi singa tertinggi di dunia. Tim merekam reaksi berbagai hewan terhadap suara manusia, suara berburu, dan suara singa.

Para peneliti memutar suara percakapan dalam bahasa daerah seperti Tsonga dan Northern Sotho, serta suara aktivitas berburu seperti gonggongan anjing dan tembakan senjata. Tujuannya adalah untuk membandingkan reaksi satwa terhadap suara manusia dan suara predator lainnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mamalia lebih cenderung meninggalkan kolam air saat mendengar suara manusia daripada suara singa. Temuan ini mengindikasikan bahwa ketakutan terhadap manusia mungkin lebih mendalam daripada yang sebelumnya diperkirakan.

Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat

Dampak Ketakutan Terhadap Satwa Liar

Ketakutan ini tidak hanya menurunkan kenyamanan satwa liar, tetapi juga mempengaruhi perilaku mereka secara signifikan. Michael Clinchy, ahli biologi konservasi, menyatakan, "Ketakutan terhadap manusia sudah tertanam dan meluas."

Penemuan ini mengajak kita untuk mempertimbangkan kembali bagaimana kita berinteraksi dengan satwa liar. Apakah ketakutan yang mendalam ini dapat mempengaruhi keberlangsungan hidup spesies tertentu?

Gagasan bahwa hewan akan terbiasa dengan manusia jika tidak diburu terbukti salah. Sebaliknya, ketakutan ini terus berlanjut dan dapat mengubah perilaku satwa liar dalam jangka panjang.

Reaksi Berbeda di Antara Spesies

Walaupun sebagian besar spesies menunjukkan reaksi terhadap suara manusia, terdapat variasi dalam respons di antara berbagai spesies. Misalnya, seekor gajah yang mendengar suara singa dapat menunjukkan agresivitas yang ekstrem.

"Suatu malam, rekaman suara singa membuat gajah ini begitu marah hingga ia menyerang dan menghancurkan seluruh peralatan kamera," kata Zanette, menggambarkan reaksi dramatis dari hewan terhadap suara yang dianggap sebagai ancaman.

Ini menunjukkan bahwa pengalaman individu dan interaksi tertentu dengan manusia berperan dalam mempengaruhi perilaku mereka, meskipun ketakutan terhadap manusia tetap menjadi respon dominan yang teramati.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU