Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa Kamboja bukanlah negara yang aman bagi pekerja migran Indonesia (PMI). Ini dikatakan setelah pelarian 110 PMI dari perusahaan penipuan online di negara tersebut.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Cak Imin mengatakan perlunya sosialisasi bahaya yang dihadapi PMI di Kamboja, yang tidak memiliki sistem perlindungan memadai.
Pernyataan Resmi Cak Imin
Dalam konferensi pers di kantornya, Cak Imin menegaskan, "Kita terus mengampanyekan dan menyosialisasikan bahwa Kamboja bukan tempat aman untuk pekerja, buat pekerja migran kita." Pernyataan ini dikemukakan setelah laporan mengenai pekerja yang berhasil melarikan diri dari situasi berbahaya.
Ia menambahkan bahwa Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2MI) telah menjelaskan bahwa sampai saat ini, Kamboja tidak memiliki sistem perlindungan yang memadai bagi PMI. "Karena belum ada sistem yang menjadi bagian dari perlindungan utama. Itu Kamboja," ungkapnya.
Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025
Kehadiran KBRI dan Koordinasi Perlindungan
Cak Imin juga menekankan pentingnya koordinasi yang baik antara PMI di Kamboja dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Ia memastikan bahwa KBRI selalu siap membantu PMI yang mengalami masalah, menyatakan, "KBRI selalu terbuka dan siap mencari solusi bagi PMI yang terkena masalah."
Menurutnya, terdapat sekitar 100 ribu PMI yang bekerja di Kamboja, baik di sektor formal maupun informal. Cak Imin menggambarkan kontribusi mereka terhadap industri kuliner lokal, mencatat, "Makanya di sana ada Soto Lamongan, ada Rujak Cingur, ada Pecel Madiun."
Pentingnya Informasi bagi Calon PMI
Cak Imin mengingatkan kepada calon PMI untuk selalu mencari informasi yang tepat dan memahami prosedur yang ada. Ia menekankan agar calon PMI tidak terburu-buru dalam memilih pekerjaan tanpa pemahaman yang jelas.
"Utamakan melalui pemahaman yang utuh migran center di tempat masing-masing untuk tidak salah pilih," tutup Cak Imin, menegaskan pentingnya kesadaran akan risiko yang ada.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: