Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue, ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes. Penyakit ini menjadi perhatian khusus di Indonesia, terutama saat musim hujan.
Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis
Gejala DBD bervariasi mulai dari ringan hingga berat; penanganan tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi. Memahami tanda-tanda dan cara mengatasi DBD adalah langkah awal yang krusial.
Gejala Demam Berdarah
Demam Berdarah biasanya diawali dengan gejala demam tinggi secara tiba-tiba. Gejala ini bisa disertai dengan sakit kepala yang parah, nyeri otot dan sendi, serta nyeri di belakang mata.
Selain itu, penderita juga bisa mengalami mual, muntah, dan kelelahan yang luar biasa. Ruam kulit mungkin muncul sekitar 3 hingga 5 hari setelah demam dimulai.
Dalam beberapa kasus, gejala dapat memburuk menjadi bentuk yang lebih serius, dan ini memerlukan perhatian medis segera. Itu sebabnya memahami gejala DBD sejak awal adalah krusial.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Yang Perlu Diketahui
Diagnosis DBD
Untuk mengetahui apakah seseorang terjangkit DBD, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan. Tes darah juga digunakan untuk memeriksa kadar trombosit dan adanya virus dengue.
Penting untuk diingat bahwa tidak semua demam tinggi disebabkan oleh DBD. Oleh karena itu, pemeriksaan lanjutan sering diperlukan untuk menghindari diagnosis yang salah.
Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan jika gejala muncul, agar proses diagnosis dapat dilakukan dengan tepat dan cepat.
Penanganan dan Perawatan
Penanganan DBD tergantung pada tingkat keparahan gejala. Pada kasus ringan, pasien disarankan untuk banyak beristirahat dan mengonsumsi cairan yang cukup.
Obat penurun demam seperti paracetamol bisa digunakan untuk meredakan gejala nyeri dan demam. Namun, penggunaan obat anti-inflamasi non-steroid seperti ibuprofen harus dihindari.
Pada kasus yang lebih serius, pasien mungkin perlu dirawat di rumah sakit. Di sana, cairan infus dan pengawasan ketat akan dilakukan untuk mencegah terjadinya kondisi yang lebih buruk.
Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: