Senin, 27 OKTOBER 2025 • 15:04 WIB

Mengenal Kolera: Penyakit Menular yang Kembali Mengancam Kesehatan di Indonesia

Author

Mengenal Kolera: Penyakit Menular yang Kembali Mengancam Kesehatan di Indonesia

Kolera, penyakit yang disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae, telah mencuat kembali sebagai isu kesehatan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Kontroversi dalam Kunjungan ke China

Penyakit ini dapat menyebabkan diare parah dan berpotensi fatal jika tidak diobati, terutama di daerah dengan sanitasi yang buruk.

Penyebab dan Penyebaran Kolera

Kolera disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae yang umumnya ditemukan dalam makanan dan air yang terkontaminasi. Penyebarannya cepat terutama di daerah dengan akses sanitasi yang kurang memadai dan air bersih yang terbatas.

Di Indonesia, kasus kolera sering terjadi pasca bencana alam yang merusak sarana sanitasi. Tempat-tempat umum dengan kepadatan penduduk tinggi menjadi titik rawan bagi terjadinya wabah.

Selain itu, kebiasaan memberikan makanan jalanan yang tidak terjamin kebersihannya juga memperburuk situasi ini. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memperhatikan sumber dan kebersihan makanan sebelum mengonsumsinya.

Baca juga: Pertemuan Presidenn Prabowo dengan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi

Gejala Kolera yang Harus Diwaspadai

Gejala kolera umumnya muncul antara 12 hingga 24 jam setelah terpapar bakteri. Diare yang berair dan berwarna seperti air beras adalah indikasi khas kolera yang bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan segera.

Selain diare, penderita mungkin juga mengalami mual, muntah, serta kram perut. Jika tidak segera diobati, kehilangan cairan yang cepat dapat mengarah pada komplikasi serius, termasuk syok hingga kematian.

Segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala ini adalah langkah yang sangat penting. Penanganan yang cepat dapat meningkatkan peluang kesembuhan secara signifikan.

Langkah Pencegahan Kolera

Mencegah kolera memerlukan usaha menjaga kebersihan dan sanitasi yang baik dari masing-masing individu. Pastikan air yang digunakan untuk konsumsi dan memasak adalah bersih dan aman.

Vaksinasi merupakan langkah pencegahan yang disarankan, khususnya bagi mereka yang tinggal atau bekerja di daerah rawan kolera. Namun, vaksin tidak dapat menggantikan pentingnya praktik sanitasi yang baik.

Edukasi masyarakat tentang cara-cara mencegah kolera juga sangat penting, agar mereka mampu mengenali tanda-tanda awal dan segera bertindak untuk mencegah penyebaran penyakit.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU