Senin, 27 OKTOBER 2025 • 15:04 WIB

Hepatitis B: Kesadaran dan Pencegahan di Indonesia

Author

Hepatitis B: Kesadaran dan Pencegahan di Indonesia

Hepatitis B masih menjadi masalah kesehatan global yang signifikan, termasuk di Indonesia. Meskipun vaksinasi tersedia, tingkat kesadaran masyarakat tentang infeksi ini tergolong rendah.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Gejala hepatitis B bisa bervariasi antara individu, dari yang ringan sampai parah. Vaksinasi menjadi metode pencegahan yang paling efektif untuk melindungi orang dari infeksi ini.

Apa itu Hepatitis B?

Hepatitis B adalah infeksi yang diakibatkan oleh virus hepatitis B (HBV). Virus ini dapat menyebabkan penyakit hati kronis dan dapat menular melalui cairan tubuh seperti darah dan air mani.

Sekitar 257 juta orang di seluruh dunia hidup dengan infeksi hepatitis B kronis. Di Indonesia, prevalensi penyakit ini cukup tinggi, menjadikannya salah satu masalah kesehatan yang mendesak.

Infeksi hepatitis B bisa berujung pada kerusakan hati yang serius, termasuk sirosis atau kanker hati. Oleh karena itu, penting untuk mengenali dan mengantisipasi infeksi ini sejak dini.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Yang Perlu Diketahui

Gejala Hepatitis B

Gejala hepatitis B tidak selalu terlihat pada setiap orang. Saat gejala muncul, umumnya tampak mirip flu, seperti demam, kelelahan, dan nyeri otot.

Beberapa orang juga dapat mengalami jaundice, yang ditandai dengan perubahan warna kuning pada kulit dan mata, serta urine berwarna gelap. Ini menunjukkan adanya gangguan fungsi hati.

Gejala hepatitis B dapat muncul dalam rentang waktu 30 hingga 180 hari setelah seseorang terinfeksi, sehingga sering kali infeksi ini tidak terdeteksi dengan cepat.

Pencegahan melalui Vaksinasi

Vaksin hepatitis B adalah cara pencegahan yang paling efektif terhadap infeksi ini. Vaksin tersebut tersedia secara luas dan sangat dianjurkan untuk semua kalangan, khususnya bayi dan anak-anak.

Pemberian vaksinasi dilakukan dalam tiga dosis, yang memberikan perlindungan jangka panjang. Efektivitas vaksin ini sangat tinggi, mencapai hampir 95 persen.

Sangat disarankan agar individu mendapatkan vaksin secepat mungkin, terutama jika memiliki riwayat keluarga yang terinfeksi atau bekerja di sektor kesehatan.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Insiden Perampokan Rumah Uya Kuya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU