Jumat, 24 OKTOBER 2025 • 17:46 WIB

Perdebatan Hukum Terkait Insiden Pelajar Mengalami Gangguan Mental Setelah Menonton Film Horor di Sekolah

Author

Perdebatan Hukum Terkait Insiden Pelajar Mengalami Gangguan Mental Setelah Menonton Film Horor di Sekolah

Seorang pelajar di China mengalami gangguan mental setelah menonton film horor saat belajar mandiri di sekolah, memicu gugatan hukum yang hangat diperbincangkan. Pengadilan malah memutuskan pihak sekolah bertanggung jawab dan memerintahkan pembayaran kompensasi sebesar 9.182 yuan oleh perusahaan asuransi.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai

Insiden yang terjadi di Hengzhou ini menciptakan perdebatan di masyarakat mengenai tanggung jawab institusi pendidikan dalam pengawasan siswa. Kasus ini menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental pelajar, khususnya dalam konteks pembelajaran.

Insiden di Sekolah Menengah di Hengzhou

Peristiwa ini terjadi di sebuah sekolah menengah di Hengzhou, Nanning, wilayah otonomi Guangxi Zhuang, China selatan pada Oktober 2023. Seorang guru seharusnya mengawasi kegiatan belajar, namun sedang mengambil cuti, sehingga siswa melanjutkan dengan belajar secara mandiri.

Beberapa siswa kemudian mengusulkan untuk menonton film dan memilih film horor, meskipun judulnya tidak diungkapkan oleh pihak sekolah. Setelah penayangan film, seorang siswi bernama Zihan mulai menunjukkan gejala gangguan mental saat berbicara dengan ibunya.

Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital

Gugatan Orangtua dan Respons Sekolah

Orangtua Zihan percaya bahwa gangguan yang dialami anak mereka disebabkan langsung oleh film yang ditayangkan di sekolah. Mereka menggugat sekolah dengan tuntutan kompensasi sebesar 30.000 yuan, menegaskan bahwa pihak institusi lalai dalam mengawasi kegiatan belajar siswa.

Di sisi lain, pihak sekolah mengklaim bahwa gangguan tersebut lebih disebabkan oleh faktor kesehatan pribadi Zihan. Dalam sidang, mereka mencatat bahwa sudah ada sistem pendidikan psikologis dan siswa terjamin oleh asuransi yang memadai.

Putusan Pengadilan dan Reaksi Publik

Pengadilan Rakyat Hengzhou akhirnya memutuskan bahwa sekolah bertanggung jawab 30 persen atas insiden ini. Meskipun ada faktor kesehatan pribadi yang berkontribusi, pihak sekolah tetap dianggap bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Kasus ini menyebabkan perdebatan di media sosial di China, di mana banyak netizen membahas kebijakan penayangan film di sekolah. Beberapa berpendapat film horor tidak pantas ditayangkan di lingkungan pendidikan, sementara yang lain menganggap insiden ini merupakan kecelakaan yang tidak terduga.

Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa bagi Polisi yang Terluka

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU