Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, baru saja melewatkan pertemuan satu jam dengan Presiden Joko Widodo di Solo. Dalam kesempatan tersebut, Budi Arie mengungkapkan harapannya agar Jokowi dapat hadir sebagai pembuka dalam Kongres Ketiga Projo yang dijadwalkan akan berlangsung pada November 2024.
Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Rencana kongres ini diharapkan dapat menjadi momentum penting bagi Projo, dengan tema yang mengedepankan komitmen organisasi. Budi Arie menekankan bahwa kehadiran Jokowi sangat diharapkan mengingat perannya sebagai Ketua Dewan Pembina Projo.
Rencana Kongres Projo
Budi Arie Setiadi resmi mengumumkan bahwa Kongres Ketiga Projo akan dilaksanakan pada 1-2 November 2024 di Jakarta. Dengan tema "Selalu Setia Di Garis Rakyat", kongres ini menjadi penting bagi organisasi yang dipimpinnya.
Dia berharap agar Presiden Jokowi bisa hadir guna membuka acara tersebut. Mengundang Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina Projo, Budi Arie menyatakan, "Kami sowan ke Pak Jokowi karena sebagai Ketua Dewan Pembina Projo, Pak Jokowi kita minta untuk hadir dan membuka kongres ke-3 Projo 2025."
Baca juga: Pertemuan Presidenn Prabowo dengan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi
Pertanyaan Mengenai Perubahan Projo
Dalam sesi wawancara setelah pertemuan, Budi Arie ditanya tentang kemungkinan Projo berevolusi menjadi partai politik. Menjawab pertanyaan tersebut, ia menghindari memberikan jawaban langsung dengan berkata, "Oh, tunggu aja nanti keputusan banyak orang ini."
Pernyataan ini menandakan bahwa keputusan untuk bertransformasi kemungkinan akan melibatkan pertimbangan kolektif dari pengurus dan anggota.
Signifikansi Pertemuan bagi Budi Arie
Pertemuan ini menjadi yang pertama bagi Budi Arie setelah reshuffle dari jabatannya sebagai Menteri Koperasi. Hal ini dapat mengindikasikan pergeseran dalam kepemimpinan dan struktur organisasi Projo.
Budi Arie berharap bahwa pertemuan ini bukan hanya akan memperkuat komitmen Projo, tetapi juga akan mendukung hubungan antara organisasi dan pemerintah.
Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: