Jumat, 24 OKTOBER 2025 • 11:07 WIB

Pertumbuhan Uang Beredar di Indonesia Mencapai Rp 9.771 Triliun

Author

Pertumbuhan Uang Beredar di Indonesia Mencapai Rp 9.771 Triliun

Bank Indonesia baru saja merilis laporan yang menunjukkan bahwa uang beredar dalam arti luas (M2) di Indonesia mencapai Rp 9.771,3 triliun pada September 2025. Ini mencerminkan pertumbuhan M2 sebesar 8,0% dibanding tahun lalu, lebih tinggi dari pertumbuhan bulan lalu yang hanya 7,6%.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025

Angka tersebut menunjukkan pergerakan positif dalam perekonomian, didorong oleh berbagai faktor, termasuk perkembangan kredit yang terus meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa minat terhadap kredit dari pelaku usaha dan konsumen sangat tinggi, berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan Uang Beredar dan Faktor Pendukung

Dalam laporan statisik yang dirilis Bank Indonesia, terlihat bahwa pertumbuhan M2 sangat dipengaruhi oleh uang beredar sempit (M1), yang meningkat sebesar 10,7% year on year. Selain itu, uang kuasi juga menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 6,2% dalam periode yang sama.

Aktiva luar negeri bersih per September 2025 menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, dengan angka mencapai 12,6%, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 10,7%. Pertumbuhan ini memberikan kontribusi positif terhadap total uang beredar di perekonomian Indonesia.

Selanjutnya, sektor penyaluran kredit juga mengalami peningkatan cukup signifikan, mencapai 7,2% year on year. Hal ini menjadi salah satu pendorong utama dalam pertumbuhan M2, mencerminkan adanya permintaan yang kuat dari pelaku usaha dan konsumen untuk mendapatkan kredit.

Baca juga: Transfer Mengejutkan: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool

Rincian Pertumbuhan Uang Primer dan Giro Bank

Data dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa Uang Primer (MO) yang disesuaikan mencatat pertumbuhan yang substansial, mencapai 18,6% pada September 2025. Pertumbuhan ini mencerminkan respons positif terhadap kebijakan insentif likuiditas yang diterapkan oleh BI.

Pertumbuhan giro bank umum yang mencapai 37,0% juga menjadi faktor utama dalam meningkatnya likuiditas. Selain itu, uang kartal yang beredar mencatatkan pertumbuhan sebesar 13,5%, menunjukkan pergerakan yang lebih besar dalam sirkulasi uang.

Dengan kondisi ini, dapat dikatakan bahwa pengelolaan uang beredar dilakukan dengan baik oleh Bank Indonesia, yang berperan penting dalam menjaga kestabilan perekonomian.

Dampak Insentif Likuiditas terhadap Ekonomi

Beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan MO adjusted antara lain pengendalian moneter dan kebijakan insentif likuiditas dari Bank Indonesia. Langkah-langkah ini terbukti memberikan dampak positif terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

Bank Indonesia terus memantau perkembangan likuiditas dan situasi ekonomi untuk menjaga kestabilan sistem keuangan. Kenaikan nyata dalam uang beredar yang terukur diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di masa mendatang.

Melalui berbagai kebijakan dan monitoring yang ketat, Bank Indonesia berupaya memastikan bahwa kondisi perekonomian tetap dalam jalur positif, meskipun tantangan masih ada di tengah dinamika ekonomi global.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Insiden Perampokan Rumah Uya Kuya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU