Selasa, 21 OKTOBER 2025 • 13:36 WIB

Eksekusi Abdullah Al Derazi: Sorotan Terhadap Kebijakan Hak Asasi Manusia di Arab Saudi

Author

Eksekusi Abdullah Al Derazi: Sorotan Terhadap Kebijakan Hak Asasi Manusia di Arab Saudi

Pada 20 Oktober 2025, Abdullah Al Derazi dieksekusi mati oleh otoritas Arab Saudi. Eksekusi ini dilakukan setelah ia dinyatakan bersalah atas tuduhan terorisme yang terkait dengan demonstrasi anti-pemerintah.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz

Kasus ini memicu perhatian internasional, terutama terkait perlakuan pemerintah terhadap aktivis dan isu hak asasi manusia di kerajaan tersebut.

Latar Belakang Kasus Abdullah Al Derazi

Abdullah Al Derazi adalah seorang pria Saudi yang terlibat dalam aksi protes anti-pemerintah pada tahun 2011, ketika ia masih di bawah umur. Demonstrasi tersebut menuntut hak-hak yang lebih baik bagi komunitas minoritas Muslim Syiah di Saudi.

Pemerintah Saudi menganggap aksinya sebagai tindakan terorisme, yang membuatnya dijatuhi hukuman mati. Sejak tahun 2025, lebih dari 300 orang dieksekusi di negara tersebut, menunjukkan tren peningkatan dalam penggunaan hukuman mati yang telah menjadi perhatian global.

Kasus Al Derazi dianggap mencerminkan pendekatan pemerintah Saudi yang semakin represif terhadap oposisi politik dan aktivisme sosial.

Baca juga: Olah TKP Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Kembalikan Beberapa Barang

Reaksi Internasional terhadap Eksekusi

Eksekusi Abdullah Al Derazi telah menuai kecaman dari berbagai organisasi hak asasi manusia dan pakar PBB. Banyak yang menganggap penahanannya sebagai tindakan sewenang-wenang yang melanggar hak asasi manusia.

Duaa Dhainy dari European Saudi Organisation for Human Rights (ESOHR) menyoroti bahwa, 'Keluarganya mengetahui kabar eksekusi dari media sosial.' Keluarga Al Derazi bahkan tidak diberikan kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal, dan hingga kini, jasadnya belum diserahkan kepada keluarganya.

Perwakilan PBB sebelumnya juga menghimbau agar Al Derazi dibebaskan, menekankan haknya untuk mengungkapkan keprihatinan terhadap pemerintah yang dianggap otoriter.

Tren Meningkatnya Eksekusi di Arab Saudi

Laporan dari Amnesty International menunjukkan bahwa eksekusi Al Derazi didapat melalui proses hukum yang penuh kontroversi. Mahkamah Agung Saudi mengesahkan eksekusi ini secara rahasia, menambah daftar kekhawatiran mengenai transparansi dalam sistem peradilan negara tersebut.

Tahun 2024 mencatat 338 eksekusi, dan dengan peningkatan jumlah ini, organisasi-organisasi hak asasi manusia semakin memperingatkan dunia internasional mengenai perlunya penghentian kebijakan represif tersebut.

Kasus ini menjadi simbol bagi banyak aktivis dan organisasi hak asasi manusia dalam upaya mereka untuk memperjuangkan hak-hak yang lebih baik di Arab Saudi dan mempertanyakan legitimasi pemerintah dalam melakukan eksekusi.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Yang Perlu Diketahui

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU