Dalam setahun pemerintahan Prabowo Subianto yang dimulai pada 20 Oktober 2025, kinerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming menjadi sorotan utama banyak pengamat politik.
Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Masyarakat, khususnya generasi muda, merasa khawatir bahwa Gibran belum mampu memenuhi harapan mereka akan suara dan perwakilan di puncak kekuasaan.
Pengamatan Terhadap Kinerja Gibran
Iqbal Themi, seorang pengamat politik, mengemukakan bahwa Gibran dinilai belum mampu mewujudkan ekspektasi besar yang menyertainya saat memasuki dunia politik.
Ia menggarisbawahi bahwa Gibran mengalami konflik antara harapan masyarakat yang menginginkan wajah baru politik progresif dan penilaian yang melihatnya sebagai bagian dari dinasti kekuasaan Presiden Joko Widodo.
Iqbal menyatakan, "Gibran seperti berdiri di antara dua dunia kekuasaan, yakni generasi lama yang masih dominan dan pegang kendali serta generasi muda yang mulai kecewa karena tak merasa diwakili."
Hal ini menunjukkan bahwa Gibran tidak hanya menghadapi tantangan dari dalam pemerintahan, tetapi juga dari masyarakat yang berharap akan adanya perubahan.
Kritikan terhadap Kegiatan Seremonial Gibran
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, memberikan pandangannya mengenai kinerja Gibran selama setahun.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi
Ia menyebutkan bahwa peran Gibran belum terlihat signifikan dan cenderung terfokus pada acara-acara seremonial.
Adi menyatakan, "Peran wapres belum kelihatan signifikan. Hanya terlihat di sejumlah acara seremonial dan beberapa kunjungan."
Hal ini menunjukkan bahwa Gibran belum mengembangkan peran spesifik yang dapat diandalkan dalam struktur pemerintahan.
Program Strategis dan Tantangan ke Depan
Saat diperkenalkan sebagai calon wakil presiden pada 23 Oktober 2023, Gibran mengemukakan beberapa program strategis, termasuk dana abadi pesantren dan kredit untuk startup milenial.
Namun, program-program tersebut belum terlihat efektif dalam implementasinya.
Iqbal menegaskan bahwa masih ada waktu empat tahun bagi Gibran untuk tampil sebagai pemimpin yang mewakili suara anak muda secara lebih nyata.
Gibran juga mengungkapkan dalam debat calon wakil presiden, bahwa hilirisasi akan menjadi prioritas di berbagai sektor, termasuk pelatihan anak muda di bidang teknologi masa depan.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Yang Perlu Diketahui
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: