Senin, 20 OKTOBER 2025 • 13:16 WIB

Ancaman Kebangkrutan: Delapan Merek Kendaraan Listrik China Tertekan Subsidi

Author

Ancaman Kebangkrutan: Delapan Merek Kendaraan Listrik China Tertekan Subsidi

Dunia otomotif China kini dihadapkan oleh tantangan serius, dengan delapan merek kendaraan listrik berada di ambang kebangkrutan akibat berkurangnya subsidi pemerintah.

Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024

Sejak 2018, lebih dari 400 merek kendaraan listrik telah menutup pintunya, mencerminkan tekanan luar biasa yang dialami oleh industri.

Latar Belakang Krisis Merek Kendaraan Listrik

Pasar kendaraan listrik China beberapa tahun lalu sempat mengalami boom, dengan banyak merek baru terus bermunculan. Akan tetapi, pengembangan mobil listrik membutuhkan lebih dari sekedar inovasi; biaya yang tinggi juga menjadi penghalang utama.

Merek besar seperti BYD dan Geely berhasil mendominasi pasar secara signifikan. Di sisi lain, banyak startup baru terpaksa menyerah ketika subsidi mulai berkurang, ditambah dengan penurunan penjualan yang drastis.

Profil Delapan Merek yang Terancam Bangkrut

Qiantu Motor, dikenal sebagai 'Tesla-nya China', terpaksa likuidasi pada tahun 2025 dengan utang miliaran yuan meskipun memiliki desain menarik. Harga tinggi dan produksi rendah menjadi faktor penyebab utama kebangkrutan.

Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis

Byton juga mengalami nasib serupa, terpaksa mundur pada tahun 2021 karena masalah pendanaan dan dampak dari pandemi Covid-19. Upaya mereka untuk menjadi pemimpin pasar dengan model M-Byte dan K-Byte tak berhasil.

WM Motor dan Hozon Auto adalah contoh lain dari merek yang berjuang. WM Motor yang didirikan oleh mantan eksekutif Volvo harus melakukan restrukturisasi di tahun 2023 karena tidak bisa membayar utang, sementara Hozon berhadapan dengan utang lebih dari CNY 10 miliar.

Di sisi lain, Niutron yang diciptakan oleh mantan pendiri NIO hanya sukses memamerkan prototipe SUV NV sebelum operasinya terhenti. Bergantung pada lisensi dan pemasok yang salah juga menambah beban mereka.

Dampak Kebangkrutan di Industri Kendaraan Listrik

Krisis yang menimpa delapan merek ini menyoroti ketidakpastian yang melanda sektor kendaraan listrik di China, di mana 400 merek telah ditutup sejak 2018. Hal ini menunjukkan betapa berbahayanya situasi bagi para pelaku industri.

Dengan semakin menipisnya subsidi, merek seperti Hozon Auto dan Zedriv harus berjuang melawan utang yang besar. Merek-merek yang berhasil beradaptasi, seperti BYD, justru semakin berkembang di tengah kepanikan ini.

Baca juga: Olah TKP Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Kembalikan Beberapa Barang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU