Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa Israel akan melanjutkan pertempuran jika Hamas tidak mematuhi ketentuan gencatan senjata yang telah disepakati.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Pernyataan tersebut muncul setelah Hamas menyerahkan dua jenazah sandera lainnya yang telah meninggal, menjelang peringatan mereka atas kendala akses terhadap jenazah lainnya.
Pernyataan Ancaman dari Israel
Israel Katz mengungkapkan, "Jika Hamas tidak mematuhi kesepakatan tersebut, Israel, bersama dengan Amerika Serikat, akan melanjutkan aksi militer untuk meraih kekalahan total Hamas."
Pernyataan ini menekankan keseriusan Israel dalam menanggapi setiap pelanggaran dari pihak Hamas, serta menggarisbawahi tujuan perubahan kondisi di Gaza.
Ancaman tersebut memperkuat posisi Israel dalam negosiasi internasional mengenai wilayah konflik, menciptakan ketegangan yang semakin mendalam.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam
Respon dan Tanggapan dari Hamas
Hamas memberikan klarifikasi bahwa pengembalian dua jenazah terakhir akan menjadi yang terakhir untuk saat ini, mengingat perlunya peralatan khusus untuk mengekstraksi jenazah yang tersisa.
Brigade Ezzedine Al-Qassam, penyokong Hamas, menegaskan komitmen terhadap perjanjian dengan menyerahkan semua tahanan dan jenazah yang dapat diakses.
Mereka menyebutkan bahwa mencari dan mengekstraksi jenazah yang tersisa membutuhkan usaha ekstensif serta dukungan alat yang memadai, menyoroti aspek kemanusiaan dalam konflik ini.
Implikasi terhadap Kebijakan Israel dan AS
Seorang penasihat senior dari pemerintah Amerika Serikat mengungkapkan bahwa Hamas berkeinginan untuk menghormati kesepakatan yang telah dibuat, meskipun ada ancaman dari Israel.
Pernyataan ini memberikan harapan untuk tercapainya solusi damai di tengah ketegangan yang kian memanas, meskipun pihak Israel menegaskan perlunya pengembalian yang segera.
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, bahkan mengancam untuk menghentikan bantuan ke Gaza jika Hamas gagal memenuhi kewajiban terkait jenazah tentara.
Baca juga: Pertemuan Presidenn Prabowo dengan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: