Selasa, 14 OKTOBER 2025 • 15:42 WIB

Diabetes Melitus: Ancaman Kesehatan Bagi Pekerja Perkotaan di Indonesia

Author

Diabetes Melitus: Ancaman Kesehatan Bagi Pekerja Perkotaan di Indonesia

Diabetes melitus (DM) kini menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, menyebabkan angka kematian yang tinggi, terutama di kalangan pekerja perkotaan. Dengan prevalensi yang terus meningkat, banyak orang yang tidak menyadari risiko yang dihadapi setiap hari.

Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pekerja di wilayah perkotaan, terutama mereka yang berusia di atas 45 tahun, memiliki risiko signifikan untuk terkena diabetes. Ini mengharuskan adanya perhatian lebih terhadap gaya hidup dan lingkungan kerja mereka.

Faktor Risiko Diabetes pada Pekerja Perkotaan

Data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa sekitar 9,3 persen pekerja di perkotaan mengalami diabetes. Sekitar sepertiga dari mereka juga menderita hipertensi dan obesitas sentral.

Mayoritas responden dalam penelitian ini adalah laki-laki (69,5 persen) dengan tingkat pendidikan rendah (68,4 persen) dan bekerja di sektor nonformal (60,4 persen). Ini menunjukkan pentingnya memperhatikan aspek sosial dan ekonomi dalam pengendalian diabetes.

Studi ini juga menemukan bahwa sebagian besar pekerja berusia antara 35 hingga 54 tahun, dengan proporsi perokok dan bukan perokok mendekati angka 40 persen masing-masing. Sayangnya, meskipun 77,5 persen pekerja melaksanakan aktivitas fisik yang cukup, 95,1 persen tidak mengonsumsi buah dan sayur dalam jumlah yang disarankan.

Baca juga: Kunto Aji Bicarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Masyarakat

Analisis Risiko Berbasis Usia dan Kebiasaan

Hubungan erat antara usia dan risiko diabetes juga terungkap dalam studi ini. Pekerja berusia 55 hingga 64 tahun berisiko sembilan kali lebih tinggi untuk menderita diabetes dibandingkan kelompok yang lebih muda.

Menariknya, perokok harian memiliki risiko 36,7 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang bukan perokok, meskipun kebiasaan merokok tetap berisiko terhadap penyakit lainnya. Ini menunjukkan adanya kompleksitas dalam faktor risiko diabetes.

Lebih lanjut, individu yang mengalami hipertensi atau obesitas sentral memiliki risiko 1,7 kali lebih besar untuk mengalami diabetes. Hal ini menegaskan perlunya perhatian ekstra bagi pekerja dengan kondisi kesehatan yang sudah ada.

Upaya Pencegahan dan Pelibatan Perusahaan

Pekerja perkotaan menghadapi berbagai tantangan kesehatan yang berkaitan dengan pola hidup dan lingkungan kerja. Oleh karena itu, perusahaan diharapkan untuk aktif dalam pengendalian diabetes di tempat kerja.

Langkah-langkah proaktif seperti pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, dan lingkar perut secara berkala dapat dilakukan melalui kerja sama dengan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM).

Skrining rutin bagi pekerja berusia di atas 35 tahun menjadi penting untuk deteksi dini diabetes, serta program edukasi tentang pola makan sehat dan bahaya merokok. Penerapan gaya hidup aktif dan konsumsi gizi seimbang bisa membantu menurunkan risiko diabetes di antara pekerja.

Baca juga: Calvin Verdonk Hampir Bergabung dengan Lille, Klub Terkenal Prancis yang Penuh Talenta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU