Tim peneliti dari Universitas Fudan di Shanghai berhasil menciptakan chip CMOS dua dimensi pertama yang berfungsi penuh. Chip ini memadukan material setipis atom dengan chip silikon tradisional untuk perangkat elektronik yang lebih kecil di masa depan.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025
Dengan menggunakan material 2D seperti graphene, inovasi ini menawarkan solusi efisien dan hemat energi setelah upaya bertahun-tahun dalam mengecilkan sirkuit pada chip silikon yang sudah mendekati batas fisiknya.
Pemanfaatan Material 2D dalam Chip CMOS
Selama bertahun-tahun, peneliti berusaha memperkecil ukuran sirkuit pada chip silikon, namun kini terhambat oleh batasan fisik yang signifikan. Hal ini mendorong pencarian alternatif baru dalam pengembangan semikonduktor.
Material 2D seperti graphene muncul sebagai solusi potensial meski tantangan penggunaannya terletak pada sifatnya yang rapuh. Kesulitan juga muncul dalam mengintegrasikan material ini dengan chip konvensional tanpa merusak.
Tim di Universitas Fudan berhasil menemukan metode inovatif untuk mengatasi masalah integrasi ini, melangkah lebih jauh menuju pengembangan chip yang lebih efisien.
Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Kontroversi dalam Kunjungan ke China
Teknologi ATOM2CHIP dan Proses Integrasi
Dalam pengembangan teknologi yang disebut ATOM2CHIP, peneliti berhasil menempelkan material 2D langsung ke permukaan chip CMOS yang kasar. Proses ini dilengkapi sistem pelindung untuk menjaga stabilitas lapisan setipis atom.
Mereka juga merancang sirkuit agar chip 2D dapat berkomunikasi secara efektif dengan silikon yang ada, langkah penting dalam menciptakan chip yang dapat berfungsi dalam perangkat elektronik yang lebih kompleks.
Inovasi ini menjadi kunci pengembangan teknologi chip yang lebih efisien di masa depan.
Potensi Chip Memori 2D dan Masa Depan Teknologi
Hasil penelitian menghasilkan prototipe laboratorium dan chip memori 2D berkapasitas 1 Kb yang berfungsi penuh. Chip ini mampu beroperasi pada kecepatan 5 MHz dengan waktu pemrograman dan penghapusan hanya 20 nanodetik.
Konsumsi daya yang sangat rendah menjadi keunggulan utama, mendekatkan teknologi ini pada implementasi di perangkat nyata.
Meskipun masih dalam tahap awal, peluang untuk chip supertipis yang lebih cepat dan hemat energi semakin nyata, serta mengarah pada penerapan serupa di prosesor masa depan.
Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: