Senin, 13 OKTOBER 2025 • 17:58 WIB

Sultan HB X Tegaskan Keengganan Terhadap Pengawalan Resmi

Author

Sultan HB X Tegaskan Keengganan Terhadap Pengawalan Resmi

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta pengawalan saat bertugas. Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap viralnya video yang menunjukkan rombongan pengawalan yang melintas dengan suara sirine.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam

Dalam penjelasannya, Sultan menyatakan bahwa pengawalan hanya digunakan di acara resmi, dan dalam kegiatan nonformal, ia lebih memilih berkendara sendiri tanpa pengawalan.

Klarifikasi Terhadap Penggunaan Pengawalan

Sultan HB X menegaskan pengawalan hanya digunakan saat menghadiri acara resmi pemerintah. Dalam kegiatan pribadi, ia lebih memilih untuk berkendara sendiri dan menggunakan mobil pribadinya.

Beliau menegaskan, "Saya biasa enggak ada pengawalan kok, kalau tidak acara resmi. Wong saya juga bisa nyopiri sendiri juga kok," menjelaskan kebiasaan berkendara tanpa pengawalan.

Beliau juga menekankan bahwa tidak perlu memperdebatkan tentang pengawalan dalam kegiatan nonformal, serta menyatakan, "Kenapa dipersoalkan, kan enggak perlu dipersoalkan pakai pengawalan atau tidak. Biasa saja."

Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Kunjungan ke Gunungkidul dan Jembatan Pandansimo

Sultan menjelaskan kunjungannya ke wilayah Gunungkidul serta Jembatan Pandansimo, yang dilakukan menggunakan mobil pribadinya. Mobil dinas hanya digunakan untuk tugas resmi saja, menjadikannya lebih fleksibel dalam beraktivitas.

Penjelasan ini memberikan kejelasan mengenai kebijakan penggunaan kendaraan dinas dalam konteks tugas pemerintahan. Sultan menegaskan bahwa ia ingin menjaga kedaulatan dan kepraktisan tanpa ketergantungan pada pengawalan yang tidak diperlukan.

Respon Pihak Terkait Mengenai Video Viral

Terkait video viral yang menunjukkan pengawalan, Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur, Herzaky Mahendra Putra, menegaskan bahwa rombongan tersebut bukanlah kendaraan Menko Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Herzaky menjelaskan, "Pak Menko AHY sudah meninggalkan tempat sekitar 30 menit lebih awal mendahului Sri Sultan. Jadi, tidak mungkin Pak Menko AHY malah tertinggal dan harus mendahului Sri Sultan di lampu merah seperti terlihat di video," untuk menegaskan waktu keberangkatan.

Ia juga mengajak publik untuk memverifikasi nomor pelat kendaraan yang terlihat dalam video, guna mengetahui asal rombongan tersebut.

Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU