Federasi Senam Israel melayangkan banding atas keputusan pemerintah Indonesia yang melarang atlet mereka berkompetisi di kejuaraan dunia di Jakarta.
Baca juga: Mengapa Self Love Penting untuk Hubungan Sehat
Mereka menganggap langkah tersebut sebagai tindakan yang 'keterlaluan' dalam konteks integritas olahraga internasional.
Keputusan Penolakan Visa
Federasi Senam Israel telah mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga terkait penolakan visa untuk atlet senam mereka, termasuk peraih medali emas Olimpiade, Artem Dolgopyat.
Dalam pernyataan resminya, mereka menyebut langkah Indonesia sebagai ancaman terhadap integritas olahraga internasional.
Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Hukum dan HAM, menjelaskan bahwa keputusan pemerintah untuk menolak visa sejalan dengan keinginan publik agar bersikap tegas terhadap Israel.
“Tindakan ini juga sejalan dengan harapan seluruh rakyat,” ungkap Yusril.
Dukungan Masyarakat dan Respons Pemerintah
Penolakan visa kepada atlet Israel ini didukung oleh berbagai elemen masyarakat dan ormas yang mengkritik tindakan militer Israel di Gaza.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez
Yusril menegaskan bahwa keputusan ini menunjukkan konsistensi pemerintah dalam mendukung rakyat Palestina.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, juga menyatakan bahwa ia tidak akan mengizinkan atlet asal Israel untuk berpartisipasi dalam Kejuaraan Senam Dunia yang diadakan di Jakarta.
Ia menganggap haknya sebagai kepala daerah untuk menolak kehadiran atlet tersebut dalam situasi politik yang ada.
Reaksi dan Dampak Internasional
Keputusan penolakan ini menjadi sorotan internasional dan telah menarik perhatian Komite Olimpiade Israel yang mendesak agar badan olahraga internasional campur tangan.
Dalam pernyataan mereka, dikatakan bahwa keputusan ini merugikan peluang atlet untuk berkompetisi secara adil.
Sementara itu, Indonesia tetap tegas pada posisinya yang menentang kehadiran atlet Israel selama situasi di Gaza belum membaik.
Jika Israel tidak bersedia mengakui Palestina sebagai negara merdeka, maka hubungan diplomatik yang normal dengan Indonesia tidak akan terbentuk.
Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil: Nikmati Momen Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: