Sekitar 1.000 wisatawan terjebak di lereng timur Gunung Everest akibat badai salju lebat yang melanda kawasan tersebut.
Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Badai ini dianggap sebagai yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir dan menyebabkan kondisi sangat berbahaya bagi para turis.
Detail Situasi di Lokasi
Badai salju yang terjadi pada Sabtu (4/10) menyebabkan penurunan jarak pandang drastis, hingga kurang dari satu meter.
Para wisatawan yang berada di Everest Base Camp terpaksa berlindung di dalam tenda-tenda yang kini tertimbun salju.
Beberapa wisatawan berhasil melarikan diri secara mandiri dari kondisi yang berbahaya.
Namun, banyak yang tetap terjebak dan dalam kondisi yang memburuk, seperti mengalami hipotermia yang mengancam jiwa.
Upaya Penyelamatan dan Tantangannya
Tim penyelamat, yang terdiri dari warga desa dan pemandu lokal, saat ini tengah berusaha mencapai para wisatawan yang terjebak.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor Setelah Pencabutan Instruksi WFH
Mereka menggunakan alat berat untuk membersihkan salju di jalur menuju kamp yang berada di ketinggian 4.900 meter di atas permukaan laut.
Namun, tantangan berat dari cuaca dan sulitnya akses ke lokasi telah memperlambat proses penyelamatan.
Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa sejak badai datang, komunikasi dengan tim di lokasi menjadi sangat terbatas.
Informasi Tentang Gunung Everest
Gunung Everest, atau yang dikenal juga sebagai Chomolungma, adalah puncak tertinggi di dunia dengan ketinggian 8.849 meter.
Gunung ini terletak di perbatasan antara China dan Nepal dan merupakan bagian dari Pegunungan Himalaya.
Sejak pertama kali didaki pada tahun 1953, Everest telah menjadi tujuan populer bagi para pendaki dari berbagai belahan dunia.
Menurut data, pada tahun 2024, sebanyak 13.764 turis asing mengunjungi Everest dari sisi China.
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: