Menteri Luar Negeri Swedia, Maria Malmer Stenergard, menyampaikan keprihatinan mendalam mengenai laporan tentang perlakuan kasar terhadap aktivis iklim, Greta Thunberg, yang diduga mengalami tindakan tidak manusiawi selama penahanannya.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia
Jika laporan tersebut terbukti benar, Stenergard menegaskan bahwa pemerintah Swedia akan berupaya untuk memulangkan Thunberg dengan cepat.
Laporan Perlakuan Kasar Terhadap Greta Thunberg
Maria Malmer Stenergard menegaskan pentingnya perlindungan hak-hak konsuler bagi warga negara Swedia. Ia menyatakan, 'Laporan mengenai dugaan penyiksaan terhadap Thunberg sangatlah serius.'
Kementerian Luar Negeri Swedia mengupayakan akses konsuler bagi Thunberg setelah perwakilannya bertemu dengan beberapa tahanan yang juga terlibat dalam insiden tersebut.
Stenergard menekankan bahwa pemerintah akan mengaitkan keselamatan dan kesehatan Thunberg sebagai prioritas utama selama masa penahanannya.
Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas
Dugaan Penahanan dan Paksaan
Thunberg ditangkap bersama lebih dari 400 aktivis lain setelah armada bantuan Global Sumud Flotilla dihentikan oleh pasukan Israel. Proses hukum bagi para peserta yang ditahan saat ini masih berlangsung.
Berita mengenai perlakuan Thunberg muncul setelah publikasi internasional menerima informasi bahwa ia ditahan dalam kondisi yang sangat buruk, dengan akses terbatas terhadap makanan dan air.
Ketidakpastian mengenai masa depan Thunberg dan peserta lainnya menambah kekhawatiran terkait perlakuan yang mereka terima selama penahanan.
Reaksi dan Kesaksian dari Aktivis Lain
Beberapa aktivis yang turut serta dalam armada bantuan melaporkan adanya penganiayaan terhadap Thunberg. Aktivis asal Turki, Ersin Celik, mengungkapkan, 'Pasukan Israel menyiksa Greta dengan kejam di depan mata kami.'
Lorenzo D'Agostino, seorang jurnalis Italia, juga menyatakan bahwa ia dan rekan-rekannya dipaksa terlibat dalam tindakan tidak manusiawi, menimbulkan pertanyaan tentang kewenangan pihak berwenang di situasi tersebut.
Kesaksian ini menyoroti masalah serius terkait perlakuan terhadap para aktivis yang berjuang untuk tujuan kemanusiaan.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa bagi Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: