PTSD atau Gangguan Stres Pasca Trauma adalah kondisi yang mempengaruhi banyak orang setelah mengalami peristiwa traumatis.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol
Meskipun sering diabaikan, penting untuk menyadari bahwa PTSD merupakan kondisi medis yang nyata dan membutuhkan perhatian.
Apa Itu PTSD?
PTSD, atau Post-Traumatic Stress Disorder, adalah gangguan mental yang timbul setelah seseorang mengalamii atau menyaksikan pengalaman traumatis. Peristiwa traumatis tersebut bisa berupa kecelakaan, serangan fisik, bencana alam, atau pengalaman mengancam jiwa lainnya.
Orang yang menderita PTSD sering mengalami kilas balik, mimpi buruk, dan perasaan cemas yang berlebihan. Ini lebih dari sekedar rasa sedih, karena kondisi ini dapat mengganggu kemampuan mereka untuk berfungsi dalam kehidupan sehari-hari.
Gejala PTSD dapat bervariasi untuk setiap individu dan muncul dalam berbagai waktu; baik segera setelah peristiwa traumatis terjadi, maupun bertahun-tahun kemudian. Hal ini bisa menjadikan diagnosis menjadi rumit karena penderita mungkin tidak menyadari bahwa mereka mengalami PTSD.
Menurut satu studi, sekitar 8% orang dewasa di AS berpotensi mengembangkan PTSD di beberapa titik dalam hidup mereka. Di Indonesia, sementara data yang tepat sulit diperoleh, kesadaran mengenai kondisi ini mulai meningkat.
Gejala dan Dampak PTSD
Gejala PTSD biasanya dibagi ke dalam beberapa kategori termasuk re-experiencing, avoidance, dan hyperarousal. Re-experiencing adalah kondisi ketika individu merasakan kembali atau mengingat peristiwa traumatis melalui kilas balik atau mimpi buruk.
Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
Avoidance terjadi saat individu menghindari situasi atau orang-orang yang bisa mengingatkan mereka akan trauma. Sementara itu, hyperarousal membuat individu merasa terus terjaga, mudah tersinggung, atau stres bahkan dalam situasi yang biasanya aman.
Kesulitan yang dialami bukan hanya dirasakan oleh individu yang mengalami PTSD, tetapi juga dapat berdampak pada hubungan sosial dan kualitas hidup mereka. Banyak orang dengan PTSD juga cenderung mengalami masalah kesehatan mental lainnya seperti depresi dan kecemasan.
Dalam jangka panjang, PTSD dapat mengganggu kualitas hidup dan meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Oleh karena itu, sangat penting bagi individu yang mengalami gejala ini untuk mencari bantuan profesional.
Dukungan dan Penanganan PTSD
Penanganan PTSD umumnya melibatkan terapi psikologis, yang dapat memberikan didikan kepada individu dalam memahami dan mengatasi perasaan trauma mereka. Terapi kognitif perilaku merupakan pendekatan yang umum diterapkan untuk membantu merubah pola pikir negatif.
Dukungan emosional dari keluarga dan teman sangat penting dalam proses pemulihan. Ketika orang-orang terdekat memberikan dukungan, penderita merasa lebih aman dan tidak merasa sendirian dalam perjuangan mereka.
Di samping itu, teknik relaksasi dan manajemen stres seperti meditasi, yoga, dan aktivitas fisik juga dapat membantu meredakan gejala PTSD. Banyak individu menemukan manfaat bergabung dalam kelompok dukungan untuk berbagi pengalaman dan solusi.
Walaupun proses pemulihan dari PTSD memerlukan waktu, dengan dukungan yang tepat, banyak orang dapat menemukan jalan untuk pulih dan kembali menjalani kehidupan mereka.
Baca juga: Pertemuan Presidenn Prabowo dengan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: