Kamis, 02 OKTOBER 2025 • 20:25 WIB

Tragedi Runtuhnya Pondok Pesantren Al Khoziny: Upaya Evakuasi Masih Berlanjut

Author

Tragedi Runtuhnya Pondok Pesantren Al Khoziny: Upaya Evakuasi Masih Berlanjut

Proses evakuasi korban runtuhnya Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, masih berlangsung hingga Rabu, 1 Oktober 2025. Data terbaru mencatat sebanyak 108 orang terdampak, dengan lima di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez

Bangunan mushala tiga lantai tersebut ambruk saat kegiatan shalat Ashar pada 29 September 2025. Tim SAR gabungan terus melanjutkan operasi penyelamatan dan evakuasi sejumlah korban hingga sore ini.

Perkembangan Evakuasi Korban Runtuhnya Bangunan

Pada hari Rabu, tim SAR mengkonfirmasi evakuasi tujuh korban, dua di antaranya sudah dalam kondisi meninggal dunia. Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menjelaskan bahwa informasi terbaru menunjukkan dua santri berhasil diselamatkan dari reruntuhan.

Sebelumnya, di hari yang sama, tiga korban berusia remaja juga ditemukan meninggal dunia. Ketiga remaja tersebut adalah Maulana Affan Ibrahimafic (15), Mochammad Mashudul Haq (14), dan Muhammad Soleh (22), dengan evakuasi dilakukan pada siang hari.

Korban ke-12 ditemukan dalam kondisi sujud tanpa identitas. Kejadian ini menambah kesedihan mendalam pada keluarga dan masyarakat sekitar, yang terus menunggu kabar mengenai santri lainnya.

Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing

Temuan Korban dan Penanganan Medis

Evakuasi yang dilakukan di sektor A1 dan A4 berhasil menemukan total delapan korban, sebagian besar dalam kondisi selamat. Korban yang ditemukan dalam keadaan kritis segera dibawa ke Rumah Sakit Siti Hajar dan RS Notopuro Sidoarjo untuk perawatan lanjut.

Di antara yang tersisa, korban ke-13, Syehlendra Haical Raka Aditya, dan korban ke-14, Muhammad Wahyudi, ditemukan dalam keadaan selamat dan kini menjalani perawatan. Tim DVI turut dilibatkan untuk proses identifikasi bagi korban yang tidak dapat dikenali.

Keberadaan tim medis di lokasi kejadian memastikan bahwa setiap korban yang ditemukan mendapatkan perhatian dan perawatan yang diperlukan.

Reaksi dan Tindak Lanjut dari Pemerintah

Pemerintah melalui perwakilan telah meminta agar proses pemulihan bagi korban dan pihak keluarga segera dilakukan. Respons cepat dari instansi terkait sangat diharapkan untuk membantu mereka yang terdampak pasca kejadian ini.

Kementerian Sosial melalui Mensos Gus Ipul mengatakan telah menyalurkan bantuan dan memantau perkembangan kondisi korban di rumah sakit. "Kami akan terus berkoordinasi dengan semua pihak untuk memastikan penanganan yang tepat bagi korban," ujarnya.

Tim penyelamat tetap berada di lokasi untuk memastikan semua santri dan staf ponpes dapat dievakuasi dengan aman, langkah ini penting untuk menjaga keselamatan semua yang masih berada di dalam reruntuhan.

Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU