Elon Musk baru-baru ini mengeluarkan pernyataan kontroversial mengenai serial animasi 'Dead End: Paranormal Park', yang dituduhnya menyebarkan agenda LGBT.
Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Musk meminta masyarakat untuk membatalkan langganan Netflix, yang mengundang pro dan kontra di media sosial tentang konten anak dan rating usia.
Pernyataan dan Respon Elon Musk
Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX, menyampaikan ketidakpuasannya melalui Twitter dan mengekspresikan kekhawatiran terkait pengaruh konten LGBT pada generasi muda.
"Ini gak bagus. Cancel Netflix demi kesehatan anak mu," tulis Musk, mengundang perhatian luas di media sosial.
Pernyataan tersebut menjadi topik hangat, menciptakan debat tentang pemrograman yang dianggap tidak cocok untuk anak-anak.
Banyak netizen terlibat dalam diskusi ini, mencurahkan perhatian pada tanggung jawab Netflix dalam penyajian konten kepada audiens muda.
Rating Usia dan Aksesibilitas Konten
'Dead End: Paranormal Park' memiliki rating 18+, yang seharusnya ditujukan untuk penonton dewasa.
Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing
Namun, ini menimbulkan pertanyaan mengenai aksesibilitas tayangan tersebut bagi anak-anak, khususnya di platform yang bervariasi seperti Netflix.
Beberapa pengguna media sosial merasa bahwa serial ini seharusnya tidak dipromosikan untuk audiens yang lebih muda, kendati adanya pernyataan dari Musk.
Kontroversi ini semakin meningkat ketika beberapa netizen mulai mengekspresikan kebencian terhadap pembuatnya, Hamish Steele.
Reaksi dari Netflix dan Pembuat Konten
Hingga saat ini, Netflix belum memberikan tanggapan resmi mengenai kontroversi yang melibatkan 'Dead End: Paranormal Park'.
Sementara itu, Hamish Steele, kreator dari serial tersebut, berbicara tentang dampak dari komentar serta perundungan yang diterimanya lewat media sosial.
Dalam sebuah postingan di X, Steele menyatakan, "Secara umum, saya baik-baik saja hari ini dan merasa semuanya cukup lucu."
Namun, ia juga mengungkapkan pengalaman negatif, mengatakan bahwa "email-email homofobik dan antisemit yang sangat jahat dan aneh mulai berdatangan," menggarisbawahi sisi gelap diskusi publik di dunia maya.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: