Rabu, 01 OKTOBER 2025 • 20:20 WIB

Ancaman Shutdown Pemerintah AS: Apa yang Harus Diketahui?

Author

Ancaman Shutdown Pemerintah AS: Apa yang Harus Diketahui?

Pemerintahan Amerika Serikat kini dihadapkan kepada kemungkinan shutdown yang bisa berdampak pada lebih dari dua juta pegawai federal di seluruh negeri. Situasi ini muncul akibat ketidakmampuan Kongres dalam mencapai kesepakatan pendanaan sebelum tenggat waktu yang ditetapkan.

Baca juga: Mengapa Self Love Penting untuk Hubungan Sehat

Setiap kali terjadi shutdown, dampaknya bukan hanya dirasakan oleh pegawai, tetapi juga oleh masyarakat yang bergantung pada layanan publik. Mengingat anggaran federal sekarang harus ditentukan, semua pihak berharap agar kesepakatan dapat segera dicapai.

Proses Anggaran dan Potensi Penutupan

Anggaran federal AS saat ini berakhir pada 30 September 2025, dan pengajuan anggaran baru untuk tahun fiskal 2026 yang harus dimulai dari 1 Oktober 2025. Sebagian pengeluaran publik, seperti jaminan sosial dan militer, tidak akan terpengaruh, namun banyak pengeluaran lainnya memerlukan pengesahan Kongres setiap tahun.

Sejak tahun 1980, terjadi 14 penutupan pemerintah, menurut data dari Pusat Kebijakan Bipartisan. Tanpa adanya kesepakatan, penutupan akan berakibat pada penangguhan layanan publik non-esensial, dan ini dapat menambah tekanan pada pegawai negeri yang terlibat.

Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Dampak Terhadap Pegawai Negeri Sipil

Dalam situasi shutdown, pegawai negeri sipil yang bekerja di layanan non-esensial akan diberhentikan tanpa gaji, sementara mereka yang bertugas di layanan esensial tetap akan bekerja tanpa dibayar. Gaji untuk pegawai yang terkena dampak akan dibayarkan secara retroaktif setelah Kongres menyelesaikan pembahasan RUU alokasi yang diperlukan.

Kondisi serupa pernah terjadi pada tahun 2023 dan berulang lagi di tahun fiskal 2025, di mana ditemukan kebutuhan untuk resolusi terus-menerus agar penutupan dapat dihindari. Proses anggaran yang tidak rampung ini memberikan ketidakpastian tidak hanya bagi pegawai negeri, tetapi juga untuk masyarakat yang bergantung pada layanan publik.

Konsekuensi Ekonomi dari Shutdown

Penangguhan pengeluaran diskresioner, yang berkontribusi sebesar 27% dari total pengeluaran pemerintah, berpotensi menyebabkan penurunan signifikan pada produk domestik bruto (PDB). Ekonom memperkirakan bahwa setiap minggu terjadinya penutupan dapat mengurangi PDB riil triwulanan antara 0,1% hingga 0,3%.

Selain itu, kemungkinan suku bunga obligasi pemerintah AS akan meningkat, yang tidak hanya berdampak pada risiko gagal bayar obligasi di tahun 2025, tetapi juga berpotensi menyebabkan kenaikan suku bunga kredit. Mengganggu program asuransi, semua ini dapat berimbas negatif pada pasar properti dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU