Shell Indonesia saat ini menghadapi masalah serius dengan kekosongan stok bahan bakar minyak di banyak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pulau Jawa.
Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan
Meski telah mengadakan diskusi dengan Pertamina untuk mendapatkan pasokan, hingga kini belum ada kesepakatan yang tercapai.
Kekosongan Stok BBM di SPBU Shell
Ingrid Siburian, Presiden Direktur Shell Indonesia, mengungkapkan bahwa dari sekitar 200 SPBU yang ada, hanya lima yang masih memiliki stok bensin.
Ia menjelaskan, 'Saat ini bisa dikatakan hampir seluruh SPBU kami mengalami stock out untuk produk bensin. Yang masih ada stok tinggal beberapa saja, dan kemungkinan habis besok malam.'
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi
Proses Pengajuan Kuota Impor
Sejak Juni 2025, Shell telah mengajukan tambahan kuota impor untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat dari konsumen.
Namun, pengajuan tersebut terhambat oleh ketentuan dari pemerintah, sesuai surat yang dikeluarkan oleh Wakil Menteri ESDM pada 17 Juli 2025, membatasi impor hanya sebesar 10 persen dari volume penjualan tahun 2024.
Kesepakatan Antara Shell dan Pertamina
Sebagai langkah untuk mengatasi kelangkaan BBM di SPBU swasta, Pertamina Patra Niaga telah sepakat untuk memasok base fuel yang belum dicampur.
Pertemuan dengan Menteri ESDM pada 19 September menghasilkan kesepakatan bahwa SPBU swasta wajib membeli pasokan dari Pertamina dengan skema base fuel, yaitu bahan baku BBM.
Baca juga: Calvin Verdonk Hampir Bergabung dengan Lille, Klub Terkenal Prancis yang Penuh Talenta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: