Rabu, 01 OKTOBER 2025 • 13:24 WIB

Kondisi Menggugah Uya Kuya Pasca Kerusuhan: Keluarga Jadi Korban Kekacauan

Author

Kondisi Menggugah Uya Kuya Pasca Kerusuhan: Keluarga Jadi Korban Kekacauan

Uya Kuya, anggota DPR RI non-aktif, menunjukkan kondisi rumahnya yang hancur usai dijarah massa dalam sebuah video di Instagram yang menyentuh emosi keluarga.

Baca juga: Mahasiswa Bertemu Pimpinan DPR: Tuntut Investigasi dan Transparansi Tunjangan

Dengan suara bergetar, Uya mengekspresikan keprihatinan yang mendalam mengenai keadaan keluarganya, menyatakan, 'jangan hina keluarga saya, jangan hina anak-anak saya.'

Kondisi Rumah Uya Kuya

Dalam video yang diunggah ke media sosial, Uya Kuya memperlihatkan rumahnya yang mengalami kerusakan parah akibat tindakan anarkis. Rumah bergaya klasik yang dia bangun bersama putrinya, Cinta Kuya, kini hancur berantakan.

Uya mengungkapkan bahwa barang-barang berharga milik anak-anaknya raib akibat insiden tersebut. Dia menekankan, 'Cinta dari SMP kelas 3, Nino dari SMP kelas 2 tidak pernah mendapatkan uang jajan sepersen pun dari saya.'

Selain itu, Uya juga menyatakan bahwa barang-barang yang hilang merupakan hasil kerja keras anak-anaknya dari aktivitas di YouTube dan program TV. Ia menambahkan, 'Jadi yang kalian ambil itu hak anak-anak saya yang dari kecil.'

Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?

Reaksi Uya terhadap Situasi Keluarga

Uya juga memperlihatkan momen emosional di mana ia melakukan video call dengan anak-anaknya yang kini sedang kuliah di luar negeri. Ia berusaha menenangkan mereka dengan menunjukkan kondisi rumah yang berantakan.

Dalam percakapannya, Uya berusaha memberikan semangat kepada anaknya, 'Kamu kuat ya, ini papa mau kasih lihat kamar kamu di rumah. Jangan nangis, barang-barang kamu hilang semua biarpun kamu beli pakai uang sendiri.'

Kesedihan Uya tidak hanya dirasakannya sendiri, melainkan juga merasakan dampak bagi keluarganya yang menjadi korban dari tindakan brutal tersebut.

Status dan Implikasi Hukum Uya Kuya

Setelah insiden tersebut, Uya Kuya mendapat keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN) untuk menonaktifkan dirinya dari jabatannya sebagai anggota DPR. Ini membuat situasi politiknya semakin rumit.

Berdasarkan UU Nomor 17 tahun 2014 tentang MD3, istilah 'penonaktifan' tidak dikenal secara spesifik untuk anggota dewan. Istilah yang tepat adalah 'pemberhentian', yang bisa dijatuhkan karena beberapa alasan termasuk masalah hukum.

Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR, menegaskan bahwa anggota dewan yang dinyatakan nonaktif akan kehilangan gaji dan fasilitasnya. Ini menunjukkan konsekuensi langsung dari tindakannya serta reaksi masyarakat terhadap elit politik.

Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU