Selasa, 30 SEPTEMBER 2025 • 22:00 WIB

Flotila Sumud Global Menuju Gaza: Tantangan dan Harapan di Tengah Ancaman

Author

Flotila Sumud Global Menuju Gaza: Tantangan dan Harapan di Tengah Ancaman

Flotila Sumud Global (GSF) yang sedang dalam misi kemanusiaan menghadapi ancaman serius dalam perjalanan menuju Gaza. Armada ini diperkirakan akan memasuki zona risiko tinggi dalam dua hari ke depan.

Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Dikenal dengan membawa bantuan vital, armada GSF kini berhadapan dengan potensi pencegatan oleh Israel saat melintasi perairan berbahaya.

Misi Armada Sumud Global Menuju Gaza

Armada GSF, yang bertujuan untuk menembus blokade ilegal Israel, telah menyatakan bahwa mereka akan tiba di wilayah Gaza yang terkepung dalam waktu sekitar empat hari. Jarak yang harus ditempuh mencapai 370 mil laut, dan dua hari menjelang akan memasuki zona oranye, area berisiko tinggi untuk dicegat.

Beberapa waktu lalu, kapal armada yang bernama 'Johnny M' mengalami kebocoran, namun semua peserta misi berhasil dipindahkan dengan aman ke kapal lain. Meskipun ada insiden ini, penyelenggara menyatakan bahwa tidak akan ada penundaan signifikan dan tetap akan tiba sesuai jadwal.

Dalam misi ini, berbagai jenis bantuan kemanusiaan akan dibawa, dengan partisipasi relawan seperti dokter, pengacara, dan anggota parlemen yang berupaya membantu mereka yang terkena dampak blokade.

Baca juga: Pertemuan Presidenn Prabowo dengan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi

Ancaman dari Israel

Laporan dari Al Jazeera Arabic menyebutkan, Israel telah bersiap untuk mencegat dan menyita kapal-kapal yang tergabung dalam armada ini. Persiapan Angkatan Laut Israel diduga sebagai respons terhadap potensi penerobosan oleh armada GSF.

Israel sebelumnya pernah mengintervensi armada lain seperti kapal Madeleine dan Handala. Kedua kapal itu berhasil dicegat, dengan aktifitas yang sama sekali tidak jauh berbeda dari yang dihadapi armada GSF.

Kementerian Luar Negeri Israel juga menuduh bahwa misi ini berkaitan dengan Hamas dan meminta komunitas internasional untuk mencegah misi ini memasuki zona konflik.

Reaksi Global dan Tindakan Aktivis

Setelah serangan pesawat tanpa awak yang mengguncang armada sebelumnya, aktivis dalam misi GSF mendesak komunitas internasional untuk menekan Israel mengakhiri serangan terhadap mereka. Ini menunjukkan ketegangan yang terus berlangsung dalam misi kemanusiaan ini.

Mandla Mandela, cucu dari Nelson Mandela, menyoroti pentingnya respon internasional dengan menyatakan bahwa tindakan Israel mencerminkan perilaku yang mirip pelecehan selama masa apartheid di Afrika Selatan. "Tindakan-tindakan ini merupakan tindakan putus asa, tidak berbeda dengan apa yang kita saksikan selama dekade terakhir apartheid Afrika Selatan," ungkapnya.

Misi GSF tidak akan mundur dan bertekad untuk melanjutkan upaya mereka hingga genosida di Gaza dihentikan, serta bantuan kemanusiaan dapat mengalir tanpa batas. Sejak 18 Maret, laporan menunjukkan Israel telah melakukan serangan signifikan di Gaza, menjadikan situasi semakin kritis dan mengkhawatirkan.

Baca juga: Kota-Kota Terbaik untuk Liburan Sendirian di Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU