Fenomena selfie di gym kini semakin menjamur di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Kegiatan ini memunculkan berbagai pandangan terkait dampaknya terhadap suasana dan pengalaman berolahraga.
Baca juga: Mengapa Self Love Penting untuk Hubungan Sehat
Beberapa penggiat kebugaran memandang selfie sebagai bentuk ekspresi diri, sementara yang lain khawatir jika kebiasaan ini dapat mengganggu konsentrasi dan kenyamanan orang-orang di sekitar.
Fenomena Selfie di Gym
Selfie di gym menjadi bagian dari budaya digital saat ini, di mana banyak orang ingin membagikan perjalanan kebugaran mereka melalui media sosial. Tren ini mendorong individu untuk berinvestasi dalam perlengkapan olahraga yang menarik agar terlihat baik dalam foto.
Menurut survei terbaru, lebih dari 70% pengguna gym di Indonesia mengaku pernah mengambil foto diri mereka saat berolahraga. Ini menunjukkan betapa pentingnya citra diri dalam komunitas kebugaran saat ini.
Namun tak semua orang setuju dengan praktik ini. Beberapa pengunjung gym merasa bahwa selfie kadang dapat menyebabkan gangguan saat individu lebih fokus pada pengambilan gambar dibandingkan dengan berolahraga.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia
Dampak Positif dan Negatif
Dari sudut pandang positif, selfie dapat berfungsi sebagai motivasi bagi individu untuk tetap berkomitmen terhadap tujuan kebugaran mereka. Melihat kemajuan dari waktu ke waktu bisa memicu semangat dalam menjaga pola hidup sehat.
Namun, dampak negatif dari selfie tidak bisa diabaikan. Jika selfie diambil di ruang yang sempit atau saat ada orang lain, ini bisa mengganggu konsentrasi, terutama jika individu merasa tidak nyaman diambil gambar tanpa izin.
Bahkan, beberapa anggota gym mengungkapkan ketidaknyamanan ketika anggota lain menghabiskan waktu terlalu lama untuk berfoto, menciptakan kerumunan di area latihan.
Alternatif dan Etika Pengambilan Foto di Gym
Untuk mengatasi masalah ini, beberapa gym mulai menerapkan aturan terkait pengambilan foto di dalam area latihan. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua anggota dapat berolahraga dengan nyaman tanpa gangguan.
Pelaksanaan etika saat melakukan selfie di gym sangatlah penting. Misalnya, meminta izin kepada orang di sekitar sebelum mengambil foto bisa meminimalisir ketidaknyamanan.
Sebagian anggota gym sepakat bahwa penting untuk menjaga keseimbangan antara berbagi pengalaman dan menghormati privasi orang lain demi menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: