Minggu, 28 SEPTEMBER 2025 • 21:20 WIB

Inisiatif Baru untuk Makan Bergizi Gratis: Koki Terlatih Diperlukan

Author

Inisiatif Baru untuk Makan Bergizi Gratis: Koki Terlatih Diperlukan

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk merekrut koki terlatih dalam pengelolaan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil untuk mencegah terulangnya kasus keracunan yang terjadi sebelumnya.

Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Dengan instruksi tersebut, diharapkan kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat dapat ditingkatkan. Upaya ini juga menjadi bagian dari tindak lanjut untuk memperkuat program MBG di masa depan.

Tindak Lanjut Program MBG

Dalam siaran pers yang diterima, Prabowo menekankan bahwa setiap Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) perlu memiliki koki terlatih dan dilengkapi dengan alat rapid test. Tujuannya adalah untuk memeriksa kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.

Lebih lanjut, Prabowo juga meminta agar SPPG dilengkapi dengan alat sterilisasi ompreng, filter air, serta CCTV sebagai langkah peningkatan pengawasan.

Dengan langkah-langkah tersebut, Prabowo berharap kualitas layanan dapat diperbaiki, dan keracunan tidak terjadi lagi di masa depan.

Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil: Nikmati Momen Sederhana

Data Kejadian Keracunan

Dadan Hindayana, Kepala BGN, melaporkan kenaikan kasus keracunan yang terjadi selama program MBG. Dari Januari hingga Juli 2025, tercatat 24 kasus, meningkat signifikan menjadi 47 kasus antara Agustus hingga September 2025.

Dadan menjelaskan bahwa pada periode ini, jumlah SPPG juga meningkat drastis, yang mungkin turut mempengaruhi jumlah kasus kejadian.

Ia mencatat bahwa banyak insiden terjadi di SPPG baru yang membutuhkan lebih banyak pengalaman dalam pengelolaan makanan.

Faktor Penyebab Masalah

Dadan menjelaskan bahwa beberapa faktor berkontribusi terhadap keracunan, termasuk kualitas bahan baku dan kondisi air. Pelanggaran terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) juga menjadi faktor penentu.

Dalam laporan tersebut, ia menekankan perlunya perhatian lebih pada pelatihan dan pengarahan bagi sumber daya manusia yang terlibat dalam program ini.

Prabowo mengakui bahwa adalah hal yang wajar bagi program besar seperti MBG mengalami kendala di tahap awal, namun hal itu harus segera ditangani.

Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU