Jumat, 26 SEPTEMBER 2025 • 21:41 WIB

Starbucks Rencanakan Penutupan Kedai dan Pemangkasan Tenaga Kerja di Amerika Utara

Author

Starbucks Rencanakan Penutupan Kedai dan Pemangkasan Tenaga Kerja di Amerika Utara

Starbucks baru saja mengumumkan niatnya untuk menutup beberapa kedai kopi yang berkinerja buruk dan memangkas sekitar 900 posisi pekerjaan di Amerika Utara. Langkah ini diambil sebagai bagian dari rencana restrukturisasi senilai US$ 1 miliar untuk mengembalikan pertumbuhan.

Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024

CEO Brian Niccol menekankan bahwa penutupan ini ditujukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi pelanggan. 'Kami mengidentifikasi kedai kopi yang tidak mampu menciptakan lingkungan fisik yang diharapkan pelanggan,' ungkapnya.

Rencana Penutupan Kedai dan Pemangkasan Tenaga Kerja

Starbucks berencana merombak operasionalnya di AS dengan fokus pada meningkatkan pengalaman pelanggan. Perusahaan akan memperkenalkan cangkir keramik dan menciptakan ruang yang lebih nyaman.

Niccol menegaskan bahwa beberapa lokasi yang tidak memiliki peluang untuk tumbuh secara finansial akan ditutup, sejalan dengan keinginan untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat

Mengurangi Tenaga Kerja di Tim Pendukung

Selain menutup kedai, Starbucks juga akan memangkas jumlah tenaga kerja di tim pendukung dan membatalkan beberapa posisi yang masih tersedia. Langkah ini mengikuti pemutusan hubungan kerja sebelumnya yang berdampak pada 1.100 karyawan.

Niccol menambahkan, 'Kami menyederhanakan struktur dengan menghilangkan duplikasi', yang diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas dan menciptakan tim yang lebih gesit.

Tujuan Restrukturisasi untuk Pertumbuhan yang Berkelanjutan

Sebuah laporan dari CNBC mengungkapkan bahwa tujuan utama dari restrukturisasi ini adalah untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi kompleksitas. Starbucks berupaya untuk mencapai integrasi yang lebih baik.

Menurut Niccol, langkah ini diharapkan dapat membawa kembali pelanggan dan meningkatkan penjualan yang sebelumnya tertekan, sehingga mengembalikan ke abad ke-21 kualitas kedai kopi yang menjadi ciri khas mereka.

Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU