Jumat, 26 SEPTEMBER 2025 • 14:46 WIB

Keprihatinan Gubernur DIY Terhadap Masalah Makan Bergizi Gratis

Author

Keprihatinan Gubernur DIY Terhadap Masalah Makan Bergizi Gratis

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan keprihatinan serius mengenai masalah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang cepat basi dan dapat menyebabkan keracunan.

Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Pernyataan ini disampaikan dalam pidatonya pada acara gerakan pangan murah di DPKP DIY, di mana Sultan merinci pentingnya pengelolaan makanan yang baik.

Pengalaman Memasak di Dapur Umum

Dalam sambutannya, Sri Sultan menegaskan pentingnya pemahaman akan bahan makanan yang mudah basi. "Sebetulnya nggak rumit, kenapa keracunan?" ujarnya, menunjukkan bahwa masalah tersebut lebih kepada metode dan waktu dalam memasak.

Sultan berbagi pengalamannya selama krisis akibat erupsi Merapi pada tahun 2010, dengan harapan kegiatan memasak di dapur umum dilakukan lebih efisien agar pangan tetap terjaga kualitasnya.

Ia juga menekankan, "Bisa nggak, 02.30 itu jangan masak sayur? Ya kan?" Hal ini menekankan perlunya perhatian lebih terhadap jenis makanan dan waktu penyajiannya.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru, Isu Kebebasan Sipil di Indonesia

Pentingnya Pengelolaan Makanan

Sultan mengungkap bahwa pengalamannya di dapur umum membuatnya lebih memahami pengelolaan makanan urgent. Menu yang disiapkan sore hari tidak seharusnya disajikan pagi hari tanpa perhitungan yang matang.

Beliau menggarisbawahi, "Udah itu pasti," saat menjelaskan bahwa air dalam proses memasak dapat menjadi indikator makanan yang sudah tidak layak konsumsi.

Sultan juga mengingatkan pihak terkait agar memperbaiki prosedur dalam penyiapan makanan untuk menghindari insiden keracunan.

Menciptakan Standar Penyajian Pangan

Sultan mendorong penerapan standar yang lebih baik dalam penyajian makanan bergizi untuk meningkatkan keselamatan masyarakat, terutama dalam program pangan bersubsidi.

Beliau berpesan agar memasak dilakukan dengan pemahaman penuh terhadap risiko dan manajemen waktu yang baik sehingga kualitas makanan yang disajikan terjaga.

Keputusan Sultan untuk berfokus pada pengalaman buruk di masa lalu menjadi harapan agar tindakan preventif bisa menjaga kualitas pangan demi masyarakat.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU