Jumat, 26 SEPTEMBER 2025 • 10:59 WIB

Memahami Long COVID: Gejala, Dampak dan Penanganan

Author

Memahami Long COVID: Gejala, Dampak dan Penanganan

Long COVID kini semakin sering dibicarakan, merujuk pada gejala yang terus berlanjut setelah sembuh dari COVID-19. Kondisi ini bisa menyebabkan penderitaan berkepanjangan bagi mereka yang seharusnya sudah kembali normal.

Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana

Penelitian menunjukkan bahwa tidak hanya pasien dengan gejala berat yang terpengaruh, tetapi juga mereka yang memiliki gejala ringan atau bahkan tanpa gejala. Ini menjadikan Long COVID perhatian global, termasuk di Indonesia.

Apa Itu Long COVID?

Long COVID adalah istilah yang menggambarkan gejala yang belum hilang setelah seseorang pulih dari infeksi COVID-19. Fenomena ini dapat berlangsung lama pada individu yang terinfeksi virus SARS-CoV-2, meskipun mereka tidak mengalam gejala parah saat infeksi.

Beragam gejala Long COVID meliputi kelelahan berkepanjangan, kesulitan bernapas, nyeri sendi, hingga gangguan kognitif. WHO mendefinisikan kondisi ini sebagai gejala yang bertahan lebih dari 12 minggu pasca infeksi COVID-19.

Karena tidak semua gejala dapat terdeteksi dalam pemeriksaan medis rutin, memahami Long COVID menjadi krusial untuk diagnosis dan perawatan yang tepat.

Baca juga: Kunto Aji Bicarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Masyarakat

Dampak Long COVID Terhadap Kesehatan

Dampak Long COVID bisa cukup signifikan dan mempengaruhi kesehatan fisik maupun mental seseorang. Pasien sering mengalami gangguan pada sistem pernapasan, kardiovaskular, dan neurologis setelah sembuh dari COVID-19.

Salah satu gejala paling umum yang dihadapi adalah kelelahan kronis, yang tidak hanya mengganggu aktivitas fisik tetapi juga bisa mempengaruhi konsentrasi dan memori. Kelelahan berkepanjangan ini dapat sangat mengganggu rutinitas sehari-hari.

Tak jarang, individu yang mengalami Long COVID juga merasakan depresi dan kecemasan terkait dengan gejala yang terus menerus. Dukungan psikologis pun sangat penting untuk membantu mereka dalam proses pemulihan.

Upaya Penanganan Long COVID

Penanganan Long COVID memerlukan pendekatan yang melibatkan berbagai disiplin ilmu. Kerjasama antara dokter spesialis, psikolog, dan fisioterapis diperlukan untuk merancang rencana perawatan yang menyeluruh.

Beberapa terapi yang sedang diterapkan mencakup rehabilitasi fisik untuk meningkatkan stamina dan kekuatan tubuh. Di samping itu, terapi perilaku kognitif juga diperlukan untuk membantu pasien menghadapi masalah mental akibat gejala yang berkepanjangan.

Komunikasi yang terbuka antara pasien dan tim medis sangat penting. Hal ini memungkinkan penanganan dapat disesuaikan sesuai dengan perkembangan gejala dan kebutuhan masing-masing pasien.

Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU