Rabu, 24 SEPTEMBER 2025 • 16:46 WIB

Membedah Kalender Maya: Antara Ritus dan Mitos Kiamat

Author

Membedah Kalender Maya: Antara Ritus dan Mitos Kiamat

Kalender Maya sering dipahami sebagai ramalan kiamat pada 21 Desember 2012. Namun, sebenarnya kalender ini mencerminkan pemahaman mendalam tentang siklus waktu masyarakat Maya.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz

Penelitian terkini mengungkap bahwa kalender tersebut tidak hanya mencatat waktu, tetapi juga memiliki nilai sosial dan ritual bagi komunitas Maya, sehingga penting untuk memahami warisan budaya mereka.

Sejarah dan Konteks Peradaban Maya

Peradaban Maya berkembang di daerah Mesoamerika, termasuk Meksiko, Guatemala, Belize, dan Honduras. Mereka dikenal karena berbagai pencapaian dalam arsitektur, astronomi, dan matematika.

Maya menciptakan sistem penulisan hieroglif dan kalender yang detail, yang terbagi menjadi beberapa siklus untuk menyokong pertanian dan ritual. Dua jenis utama kalender ini adalah Tzolk'in (kalender suci) dan Haab' (kalender solar).

Siklus waktu dalam kalender Maya dianggap lebih dari sekadar pengukuran; ia menjadi simbol fenomena alam dan siklus kehidupan. Penelitian tentang aspek ini sangat penting untuk memahami hubungan spiritual dan budaya mereka.

Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor Setelah Pencabutan Instruksi WFH

Kalender Maya dan Mitos Kiamat

Tanggal 21 Desember 2012 menjadi terkenal karena adanya spekulasi mengenai akhir dunia menurut kalender Maya. Namun, banyak dari itu merupakan hasil misinterpretasi terhadap budaya Maya.

Sebenarnya, kalender Maya menggambarkan siklus panjang yang tidak berarti akhir, tetapi awal dari siklus baru. Dalam pandangan mereka, waktu adalah lingkaran, berbeda dengan pandangan linier di budaya lain.

Menurut Profesor David Stuart dari University of Texas, 'Orang awam sering kali kalah paham tentang konteks budaya yang lebih besar dari kalendar ini.'

Pentingnya Memahami Kalender Maya

Memperbaiki pemahaman tentang kalender Maya adalah langkah penting agar masyarakat menghargai warisan budaya ini. Pengetahuan tentang kalender memberi wawasan terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Maya.

Studi mendalam tentang kalender ini juga berkontribusi pada pemahaman aspek lain dari budaya Maya, termasuk astronomi dan mitos yang mereka anut. Banyak situs arkeologi di area Maya menunjukkan observatorium yang dipakai untuk menghitung waktu dan mengamati gerhana.

Penelitian ini tidak hanya menggali sejarah tetapi juga meningkatkan apresiasi terhadap kompleksitas budaya tersebut. Kearifan lokal dan pengetahuan ini seharusnya dilestarikan dan dipelajari oleh generasi mendatang.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Aby

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU