Rabu, 24 SEPTEMBER 2025 • 15:23 WIB

Batu Rosetta: Kunci Pemahaman Bahasa dan Budaya Mesir Kuno

Author

Batu Rosetta: Kunci Pemahaman Bahasa dan Budaya Mesir Kuno

Batu Rosetta, artefak kunci dalam sejarah linguistik, ditemukan pada tahun 1799 dan menjadi alat penting untuk memahami tulisan Mesir Kuno.

Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Tidak hanya berisi teks dalam berbagai bahasa, batu ini juga memberikan wawasan berharga mengenai budaya dan peradaban Mesir di masa lalu.

Sejarah Penemuan dan Signifikansi Batu Rosetta

Batu Rosetta ditemukan oleh tentara Prancis selama kampanye militer Napoleon di Mesir. Artefak ini diperoleh saat melakukan pekerjaan renovasi pada sebuah benteng di dekat kota Rashid (Rosetta).

Setelah penemuannya, Batu Rosetta dibawa ke Eropa dan menjadi objek studi utama bagi bahasa kuno karena terjemahan yang tertulis dalam tiga bahasa: Mesir Kuno, Yunani Kuno, dan demotik.

Keberadaan tiga bahasa ini memungkinkan para ahli untuk memecahkan kode tulisan hieroglif Mesir Kuno, yang sebelumnya tidak dapat dipahami.

Baca juga: Olah TKP Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Kembalikan Beberapa Barang

Teks dalam Batu Rosetta dan Pemecahan Hieroglif

Batu Rosetta berisi pengumuman yang memuji seorang farao Mesir, Ptolemaios V, dan menyebutkan pencapaian-pencapaiannya. Teks dalam bahasa Yunani, yang lebih dikenal, memungkinkan ilmuwan untuk memahami isi hieroglif.

Jean-François Champollion, seorang linguistik Prancis, berhasil memecahkan hieroglif dengan merujuk pada teks Yunani pada Batu Rosetta. Pada tahun 1822, ia mengumumkan bahwa tulisan hieroglif adalah alegori dan simbol, bukan hanya huruf.

Kemajuan ini bukan hanya penting bagi studi linguistik, tetapi juga membuka kembali wawasan tentang sejarah dan budaya Mesir Kuno yang selama ini terabaikan.

Dampak Batu Rosetta Terhadap Studi Bahasa dan Arkeologi

Dampak Batu Rosetta terhadap studi bahasa sangat signifikan, karena telah menandai hasil awal dalam memahami bahasa kuno. Pemecahan kode ini menjadi yayasan bagi studi lebih lanjut tentang peradaban yang menggunakannya.

Batu ini juga merangsang minat yang lebih besar dalam arkeologi dan penelitian tentang Mesir Kuno. Sejak saat itu, banyak ekspedisi dilakukan untuk menemukan lebih banyak artefak dan tulisan kuno lainnya.

Meski Batu Rosetta sekarang dapat dilihat di British Museum, pengaruhnya dalam bidang linguistik dan arkeologi terus memberi inspirasi pada generasi peneliti hingga saat ini.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Tindakan Massa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Aby

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU