Budaya minum teh adalah tradisi yang kaya, menggambarkan identitas unik masing-masing negara. Dari Jepang dengan matcha-nya yang berkelas hingga Inggris yang ikonik dengan afternoon tea, tiap ritual memiliki cerita tersendiri.
Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Matcha, teh hijau bubuk yang ada di Jepang, melambangkan kesederhanaan dan keharmonisan, sementara afternoon tea di Inggris adalah momen mewah yang menjunjung tinggi etika dan serangkaian aturan. Dengan begitu banyak variasi, budaya ini tidak hanya sekadar tentang minuman, tetapi juga pengalaman sosial yang mendalam.
Budaya Teh di Jepang: Matcha
Matcha, teh hijau bubuk yang berasal dari Jepang, sangat dihargai dalam budaya masyarakat Jepang. Penyajiannya melibatkan upacara yang mencerminkan kesederhanaan dan keindahan, dengan setiap langkah diawasi secara saksama.
Dalam upacara teh Jepang, matcha disajikan bersamaan dengan kue manis yang berisi pasta kacang merah. Kombinasi ini menciptakan harmoni antara rasa pahitnya matcha dan rasa manis yang dihasilkan oleh kue.
Kualitas matcha ditentukan oleh cara penanamannya; teh yang ditumbuh di tempat teduh sering kali dianggap lebih baik. Hal ini memberikan rasa yang lebih kaya serta aroma yang khas pada matcha.
Di Jepang, matcha tidak hanya dianggap sebagai minuman, tetapi juga telah terintegrasi ke dalam gastronomi modern, digunakan dalam berbagai hidangan mulai dari es krim hingga kue.
Afternoon Tea di Inggris
Afternoon tea adalah tradisi yang diperkenalkan oleh Duchess of Bedford pada awal abad ke-19, menjadi simbol budaya Inggris. Momen ini biasanya disajikan antara pukul 15.00 hingga 17.00 dengan berbagai jenis makanan pendamping.
Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis
Di antara hidangan lain, scone adalah yang paling ikonik, disajikan dengan selai dan krim. Bersama dengan beberapa jenis sandwich dan pastry, menu ini menciptakan pengalaman bersantap yang elegan.
Penyajian afternoon tea mengedepankan etika; tamu diharapkan untuk mengikuti aturan terkait alat makan dan perilaku. Dengan demikian, acara ini menjadi lebih dari sekedar makan, juga berfungsi sebagai pernyataan sosial.
Afternoon tea memainkan peran penting dalam memperkuat hubungan sosial, sering kali diadakan di hotel-hotel mewah atau bahkan di rumah-rumah pribadi.
Perbandingan dan Relevansi Budaya Minum Teh
Baik tradisi matcha di Jepang maupun afternoon tea di Inggris mencerminkan nilai-nilai masyarakat masing-masing. Keduanya menawarkan pengalaman yang mendalam, meningkatkan interaksi sosial dan penghargaan terhadap kualitas teh.
Dalam konteks global saat ini, budaya minum teh semakin populer, menyebar di luar batas negara asalnya. Tradisi kedua negara ini kini bisa ditemukan di kafe-kafe modern di seluruh dunia, menyajikan kesenangan bagi para penggemar teh.
Keterlibatan budaya teh dari Jepang dan Inggris mencerminkan daya tarik universal dari ritual minum teh. Esensi dari pengalaman berbagi teh tetap bisa ditemukan di mana saja, menghubungkan orang dalam cara yang unik.
Budaya ini tidak hanya tentang minum teh, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih sehat dan terjaga, menunjukkan bahwa teh memiliki peran yang signifikan dalam keseharian masyarakat.
Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: