Sidang Majelis Umum PBB baru-baru ini menandai tonggak penting dengan pengakuan de facto kemerdekaan Palestina. Sebanyak 142 negara mendukung deklarasi tersebut dalam konferensi yang diinisiasi oleh Prancis dan Arab Saudi.
Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, menegaskan perlunya upaya damai di kawasan, sambil mendesak komunitas internasional untuk mendukung solusi dua negara.
Konferensi Internasional PBB dan Pengakuan Palestina
Pada 22 September 2025, Sidang Majelis Umum PBB di New York menjadi tuan rumah konferensi bertajuk High Level International Conference for the Peaceful Settlement of the Question of Palestine and Implementation of the Two State Solution. Di sinilah banyak negara anggota PBB secara resmi mengakui Palestina sebagai negara merdeka.
Dalam pidatonya, Presiden Macron menekankan pentingnya menjaga kemungkinan solusi dua negara, mengatakan, 'Kita harus melakukan segala daya upaya untuk menjaga kemungkinan Solusi Dua Negara. Israel dan Palestina hidup berdampingan secara damai dan aman. Waktunya telah tiba.' Pernyataan ini menunjukkan dorongan yang kuat untuk mencapai perdamaian.
Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, juga berperan penting dalam konferensi ini. Melalui Menteri Luar Negeri Faisal bin Saud, ia menekankan perlunya pengakuan negara Palestina dan penghentian agresi Israel di wilayah Gaza dan Tepi Barat.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Dukungan Internasional dan Hasil Suara Majelis Umum PBB
Resolusi yang dihasilkan dari konferensi tersebut memperoleh dukungan 142 negara, yang merupakan dua pertiga dari total 193 anggota PBB. Hal ini menunjukkan kecenderungan positif dari banyak negara untuk mendukung keadilan bagi rakyat Palestina.
Faisal bin Saud menggarisbawahi bahwa dukungan internasional ini mencerminkan niat global untuk menegakkan keadilan bagi rakyat Palestina dan menguatkan hak-hak historis mereka. Pengakuan ini adalah langkah signifikan dalam pengakuan global terhadap Palestina.
Walaupun PBB telah memberikan pengakuan secara de facto, pengakuan secara de jure masih memerlukan persetujuan Dewan Keamanan PBB, yang seringkali terhambat oleh veto dari Amerika Serikat.
Partisipasi Indonesia dan Komitmen untuk Solusi Dua Negara
Dalam konferensi tersebut, Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato yang menekankan betapa pentingnya solusi dua negara sebagai jalur damai. Ia menyatakan, 'Indonesia sekali lagi menegaskan komitmennya pada solusi dua negara dan kita harus menjamin berdirinya negara Palestina.'
Pernyataan Prabowo juga menyiratkan komitmennya untuk mengakui Israel jika Israel mengakui kemerdekaan Palestina. Ini menunjukkan pendekatan diplomatik Indonesia dalam menghadapi konflik yang berkepanjangan.
Sekjen PBB Antonio Guterres juga menekankan pentingnya hak bangsa Palestina untuk merdeka, mengingat bahwa penjajahan hanya akan memperpanjang kekerasan dan konflik di kawasan.
Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: