HYPEVOX – Baru-baru ini, ada kabar yang cukup menghebohkan dari Bandara Jeddah. Sebanyak 30 warga negara Indonesia (WNI) kepergok oleh Tim Pelindungan Jamaah (Linjam) KJRI saat tiba di bandara tersebut, dan ternyata mereka mau berangkat haji pakai visa ziarah.
Wow, itu bukan langkah yang tepat! Menurut Konsul Jenderal RI, Yusron Ambary, para WNI tersebut berasal dari Madura. Bukan hanya berani, mereka juga sadar akan peraturan yang ada.
Visa Ziarah vs Visa Haji
Jadi, mari kita bahas sedikit tentang perbedaan ini. Visa ziarah itu diperuntukkan untuk mereka yang ingin berkunjung ke tempat-tempat suci di Arab Saudi, tapi bukan untuk melaksanakan ibadah haji, yang memang memerlukan visa khusus.
Siapa sangka, meskipun sudah tahu bahwa visa ziarah itu tidak legal untuk haji, mereka tetap nekat berangkat. Ini menunjukkan ketidakpahaman atau mungkin pengabaian terhadap aturan.
Tim Linjam KJRI di Jeddah adalah pihak yang menemukan mereka di bandara. Bayangkan betapa terkejutnya ketika mereka tahu bahwa 30 orang ini adalah calon jamaah haji yang menggunakan visa ziarah untuk dilarang.
Tentu saja, semua ini sangat berisiko. Bukan hanya melanggar hukum, tapi juga bisa berujung pada masalah di negara tujuan.
Setiap orang dalam rombongan ini dilaporkan membayar sekitar Rp150 juta untuk bisa sampai ke Arab Saudi. Angka yang sangat wow! Namun, ketika ditanya mengenai siapa yang memberangkatkan mereka, para WNI ini memilih untuk diam. Ini menimbulkan berbagai pertanyaan; siapa yang sebenarnya bertanggung jawab di balik semua ini?
Dari penemuan ini, KJRI segera memberikan imbauan kepada mereka untuk berpikir dua kali dan tidak melanjutkan niat untuk berhaji. Sangat penting untuk mematuhi aturan imigrasi agar tidak menghadapi konsekuensi yang lebih serius saat sudah berada di negara tersebut. Sebab, tindakan ini bisa berujung pada deportasi atau masalah hukum yang lain.
Kejadian ini mengingatkan kita akan pentingnya informasi dan pemahaman mengenai peraturan yang berlaku terlebih dalam perjalanan religi seperti haji. Sangat disarankan bagi kita semua untuk selalu mempersiapkan diri dengan pengetahuan yang cukup sebelum melakukan perjalanan, terutama ke luar negeri. Semoga kita semua bisa menjalankan ibadah dengan cara yang benar dan sah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: