HYPEVOX – Pada tanggal 15 Mei 2025, sebanyak 117 Warga Negara Indonesia (WNI) yang baru saja tiba di Arab Saudi mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan.
Mereka ditolak masuk oleh pihak imigrasi di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, dengan alasan yang cukup serius. Ternyata, mereka masuk ke Saudi menggunakan visa kerja, khususnya jenis amil, sedangkan niat mereka adalah untuk melaksanakan ibadah haji.
Visa Kerja vs Visa Haji
Di Arab Saudi, setiap orang yang berencana untuk berhaji wajib menggunakan visa haji yang resmi. Menggunakan visa kerja untuk tujuan ibadah haji bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga bisa dianggap ilegal.
Nah, masalah ini jadi lebih besar ketika pihak imigrasi menemukan bahwa dari lebih 300 WNI yang datang dalam periode tersebut, banyak yang diduga akan berhaji secara ilegal. Ini membuktikan pentingnya taat akan peraturan yang ditetapkan.
Proses Pemulangan yang Menyakitkan
Setelah ditolak, ke-117 WNI ini langsung dipulangkan ke Indonesia dengan penerbangan Saudia SV3316 yang transit di Jeddah.
Sesampainya di Jakarta, mereka dijadwalkan tiba pada 16 Mei pukul 22.45 WIB. Rasa kecewa pasti menyelimuti mereka, mengingat harapan untuk menunaikan ibadah haji harus pupus begitu saja.
Dampak Haji Ilegal
Praktik berhaji secara ilegal bukan hanya merugikan individu, tetapi juga merugikan negara. Hal ini membuat pemerintah perlu mengambil langkah tegas untuk melindungi rakyatnya.
Pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah menegaskan pentingnya mematuhi aturan resmi terkait haji untuk menghindari penolakan atau masalah lebih lanjut.
Kenapa Ini Penting?
Bagi banyak orang, berhaji adalah salah satu dari lima rukun Islam dan menjadi impian seumur hidup. Mengunakan jalur yang ilegal untuk menuju ke sana adalah risiko besar yang harus dihindari.
Dengan memastikan semua prosedur diikuti dengan benar, calon jamaah haji bisa fokus pada ibadah mereka tanpa rasa khawatir akan ditolak atau mengalami masalah lain.
Mewaspadai Penipuan Haji
Situasi ini juga mengingatkan kita untuk lebih waspada terhadap penipuan berkaitan dengan ibadah haji. Kerap kali oknum memanfaatkan situasi ini untuk menyesatkan.
Para calon haji disarankan untuk selalu mengecek informasi melalui sumber resmi dan menghindari penawaran yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: