HYPEVOX – Mungkin kedengarannya aneh, tapi kondisi perang dagang global ternyata bisa membawa keuntungan untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Chatib Basri, seorang anggota Dewan Ekonomi Nasional, menyampaikan hal ini dalam sebuah kuliah umum. Ia menjelaskan bahwa ketidakpastian ini bisa jadi berkat ‘luck’ yang membuat Indonesia relatif tidak terpengaruh oleh ketegangan ekonomi global.
Dengan minimnya keterkaitan ekonomi RI dengan pasar internasional, pertumbuhan kita bisa jadi lebih stabil dibandingkan negara-negara yang lebih terhubung, seperti Vietnam.
Namun, tidak semua kabar baik. Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat menjadi 4,7% pada tahun 2025-2026. Wah, itu berarti kita harus waspada.
Meski ada peluang untuk tumbuh lebih baik, pertumbuhan kita tidak akan sempurna jika dunia mengalami pemulihan. Ketidakpastian global yang ada saat ini berpotensi memberikan dampak yang berbeda bagi kita.
Apa yang Harus Dilakukan?
Sadar bahwa pertumbuhan ekonomi tidak merata, berbagai lembaga, termasuk Permata Institute for Economic Research, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di bawah 5% pada tahun ini. Ini cukup mengkhawatirkan, mengingat daya beli masyarakat yang masih melemah.
Oleh karena itu, kebijakan fiskal yang lebih ekspansif menjadi penting. Harapannya, pemerintah akan memacu investasi dan konsumsi domestik agar ekonomi kita bisa bergerak maju.
Investasi Besar untuk Mencapai 8%
Angka pertumbuhan 8% bukan sekadar angan-angan. Untuk mencapainya, Indonesia membutuhkan realisasi investasi yang mencapai Rp 13.032 triliun antara 2025 hingga 2029. Ya, itu jumlah yang sangat besar! Tanpa investasi yang substansial, tidak mungkin mimpi ini bisa terwujud. Semua pihak, mulai dari pemerintah hingga investor, harus berkolaborasi untuk menggalang dana dan memacu pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan Melambat: Alarm bagi Ekonomi
Kita perlu menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia juga mengalami perlambatan, bahkan turun menjadi 4,87% pada kuartal I-2025. INDEF mengeluarkan peringatan agar kita segera mengikuti kebijakan yang tepat untuk mengatasi tantangan ini.
Jika tidak, bisa jadi kita akan menghadapi stagnasi, di mana belanja pemerintah mungkin akan semakin tersendat. Selain itu, masalah dengan investasi dan konsumsi rumah tangga yang melemah pun sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi kita.
Kesimpulan: Menatap Masa Depan dengan Optimisme
Meskipun ada tantangan yang harus dihadapi, kita masih bisa melawan ketidakpastian ini. Kebijakan yang tepat akan sangat membantu untuk merangsang pertumbuhan.
Dengan strategi investasi yang jeli dan kebijakan fiskal yang sesuai, bukan tidak mungkin Indonesia bisa keluar dari situasi ini lebih kuat. Kita harus terus optimis dan aktif berkontribusi agar masa depan perekonomian kita cerah!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: