Selasa, 20 MEI 2025 • 16:10 WIB

Bimo Wijayanto Ditunjuk Jadi Dirjen Pajak Baru Usai Dipanggil Prabowo

Author

Bimo Wijayanto. (Foto: Istimewa)

HYPEVOX – Baru-baru ini, Bimo Wijayanto menjadi buah bibir di kalangan berita karena penunjukannya sebagai Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Berita ini semakin menarik perhatian karena Bimo ditunjuk setelah dipanggil oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan.

Ini menjadi momen yang cukup penting, bukan hanya untuk Bimo tetapi juga untuk masyarakat yang mengikuti perkembangan pemerintahan Indonesia.

Pemanggilan Bimo ke Istana tersebut berlangsung pada 20 Mei 2025. Dalam pertemuan tersebut, Bimo datang dan keluar dengan semangat baru, seolah siap menghadapi tantangan besar di Kementerian yang mengawasi urusan pajak di Indonesia ini. Sayangnya, saat itu banyak yang penasaran tentang detail pertemuan tersebut, karena tidak banyak yang terungkap setelah keluar dari pertemuan.

Profil Singkat Bimo Wijayanto

Sebelum menjabat sebagai Dirjen Pajak, Bimo dikenal sebagai seorang profesional yang berpengalaman di berbagai posisi. Dia pernah menjabat sebagai Asisten Deputi Investasi Strategis di Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi. Pengalamannya di pemerintahan ini cukup memadai untuk posisinya yang baru.

Bimo juga pernah menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian II di Kantor Staf Presiden. Dengan latar belakang yang kuat dalam investasi dan kebijakan, banyak yang berharap Bimo dapat membawa angin segar di Kementerian Keuangan, khususnya dalam memberi kontribusi bagi pertumbuhan pendapatan negara dari sektor pajak.

Dari Pemanggilan hingga Penunjukan

Ketika berita mengenai penunjukan Bimo mencuat, banyak yang menunggu kepastian. Bimo sendiri sempat memberikan informasi tentang kehadirannya di Istana. Dalam beberapa wawancara yang dilakukan setelah itu, dia memilih untuk tidak mengungkap banyak detail, dan hanya meminta masyarakat untuk menunggu.

“Ini dipanggil. Tunggu saja,” katanya sambil tersenyum.

Setelah melalui proses pemanggilan dan pelantikan, Bimo diharapkan dapat menangani masalah perpajakan yang sangat kompleks di Indonesia. Tentunya harapan besar tertuju padanya untuk menjalankan tugasnya dengan baik, mengingat banyak tantangan yang menanti, seperti meningkatkan kepatuhan pajak dan mengoptimalkan penerimaan negara.

Tantangan di Depan

Dengan naiknya Bimo ke posisi yang strategis ini, banyak yang bertanya-tanya tentang bagaimana dia akan mengatasi tantangan yang ada di Kementerian Pajak. Pajak adalah sumber utama pendapatan negara, jadi meminimalisir kebocoran dan meningkatkan koleksi pajak adalah dua hal yang krusial.

Bimo tentu saja tidak sendiri, dia akan bekerja dengan tim dari Kementerian Keuangan dan berbagai lembaga lainnya. Pengalamannya dalam sektor BUMN yang ia jalani sebagai Komisaris Independen di PT Phapros Tbk juga diharapkan dapat memberikan perspektif baru dalam mengelola pajak dan antrean proyek di sektor publik.

Reaksi Publik terhadap Penunjukan Bimo

Reaksi publik pun beragam. Banyak yang berpendapat Bimo adalah pilihan yang tepat, khususnya karena latar belakangnya yang baik dalam pemerintahan. Namun, tetap ada juga skeptisisme di kalangan sebagian orang yang menunggu hasil kerjanya sebelum memberikan penilaian.

Di media sosial, tagar tentang Bimo mulai muncul dan banyak yang mengungkapkan dukungan serta harapan positif terhadap langkah-langkah yang akan diambilnya. Beberapa memposting petisi untuk meningkatkan transparansi dalam sistem pajak yang diharapkan dapat dilakukan Bimo selaku Dirjen Pajak.

Menyongsong Masa Depan Pajak di Indonesia

Kita semua tahu bahwa perpajakan bukanlah hal yang mudah. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah sudah berupaya untuk melakukan reformasi dalam sistem perpajakan. Dengan Bimo Wijayanto di posisi baru ini, harapannya adalah sektor pajak dapat dioptimalkan untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan.

Tantangan ke depan akan membawa Bimo ke dalam limelight, di mana dia akan diukur berdasarkan kemampuannya untuk meningkatkan kepatuhan pajak, mengurangi penghindaran pajak, dan menghadirkan inovasi dalam pengumpulan pajak. Semua ini penting agar Indonesia bisa lebih mandiri dan kuat secara ekonomi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU