Jumat, 23 MEI 2025 • 10:31 WIB

Budi Arie Melawan, Sebut Ada Partai Mitra Judol di DPR

Author

Menkominfo Budi Arie Setiadi. (Foto: Istimewa)

HYPEVOX – Kasus judi online atau yang lebih dikenal dengan istilah ‘judol’ kini sedang menjadi sorotan publik setelah nama Budi Arie Setiadi, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika, muncul dalam dakwaan yang mengaitkan dirinya dengan praktik ilegal ini.

Menurut jaksa, Budi Arie diduga menerima 50 persen dari komisi yang dihasilkan dari praktik judi online setelah meminta agar situs-situs tertentu tidak diblokir oleh pemerintah. Total uang yang sebanyak Rp 15,3 miliar ini menjadi bahan perdebatan sengit di kalangan publik dan kalangan politik.

Diperoleh informasi bahwa awal mula praktik ini terjadi pada bulan Oktober 2023, ketika Budi Arie menginstruksikan pihak lain untuk mengumpulkan data situs judi dengan imbalan tertentu, yang kemudian dilanjutkan ke skema pembagian hasil.

Tanggapan Budi Arie yang Kontroversial

Dalam menanggapi berbagai tuduhan yang mengaitkan dirinya dengan judi online, Budi Arie tidak tinggal diam. Ia mengeluarkan pernyataan keras yang menolak seluruh dakwaan tersebut dan menuduh adanya upaya untuk mem-framing dirinya.

Di dalam video berdurasi 46 detik yang dibagikannya, Budi Arie menyampaikan bahwa ia tidak pernah meminta uang dari praktik judi online. Dalam pose yang cukup dramatis, ia berusaha menunjukkan bahwa dirinya adalah sosok yang bersih dari tudingan tersebut.

Tidak hanya membela diri, Budi Arie juga menyerang balik dengan menyebut bahwa ada satu partai politik yang menurutnya berkolaborasi dengan para bandar judi. Ini adalah langkah berani yang menuntut perhatian karena bisa memicu ketegangan antar partai yang ada di DPR.

Dengan menyoroti adanya partai mitra, Budi berusaha menunjukkan bahwa dia bukan satu-satunya yang terlibat, melainkan ada jaringan yang lebih luas, sehingga tudingan terhadapnya adalah bagian dari konspirasi yang lebih besar.

Proses Hukum dan Sidang yang Berjalan

Sidang terkait kasus ini masih berlanjut di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan menjadi topik yang hangat dibicarakan. Pengacara dan terdakwa lain terus memberikan pernyataan di hadapan publik yang memperdebatkan keterlibatan Budi Arie.

Zulkarnaen Apriliantony, salah satu terdakwa, menyatakan bahwa Budi tidak terlibat langsung dalam penjagaan situs judi online. Hal ini berpotensi memberi angin segar bagi Budi serta memberikan narasi baru dalam persidangan.

Sebelum terjerat dalam kasus ini, Budi Arie dikenal sebagai sosok yang aktif dalam memberantas judi online, menutup ribuan situs dalam kurun waktu hanya 15 bulan saat menjabat. Ini menambah lapisan kompleksitas dalam narasi tuduhan yang sedang berkembang.

Permasalahan yang dihadapi Budi kini menunjukkan bahwa jalur politik dan aktivitas bisnis sering kali saling berpotongan, memberi dampak pada reputasi individu yang terlibat.

Kasus ini bukan hanya sekadar soal hukum, tetapi juga menyentuh aspek politik dan kepercayaan publik. Penanganan kasus ini akan menjadi cerminan penegakan hukum di Indonesia dan dampaknya terhadap dunia politik.

Drama yang terjadi di Senayan ini tentu akan menarik perhatian tidak hanya bagi para pengamat politik, tetapi juga bagi masyarakat luas yang ingin melihat keadilan ditegakkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU