Selasa, 27 MEI 2025 • 19:19 WIB

Kejagung Sita Laptop Usai Geledah Apartemen Stafsus Mendikbud Ristek

Author

Ilustrasi Kejagung. (Foto: Istimewa)

HYPEVOX – Kejaksaan Agung (Kejagung) baru saja melakukan penggeledahan yang bikin heboh di dua apartemen milik staf khusus kementerian, khususnya di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Hal yang lebih mencengangkan, ini semua ada kaitannya dengan dugaan korupsi pengadaan laptop yang jumlahnya fantastis, mencapai Rp9,9 triliun! Buat kamu yang mungkin belum tahu, penggeledahan terjadi pada Rabu, 21 Mei, dan merupakan langkah lanjutan dari penyidikan yang sebelumnya cuma status penyelidikan.

Siapa Saja yang Terlibat?

Dua orang berinisial FH dan JT adalah nama-nama yang muncul dalam kasus ini. Dua staf khusus di era Mendikbud Nadiem Makarim ini diduga terlibat dalam sebuah persekongkolan jahat terkait pengadaan laptop, terutama Chromebook. Kejagung menilai bahwa mungkin ada arah dan kajian yang dimanipulasi untuk memihak pada produk tertentu, dan itu sangat merugikan negara.

Dalam penggeledahan, Kejagung membawa pulang beberapa barang yang dianggap penting untuk penyidikan. Di apartemen FH, mereka berhasil menyita sebuah laptop dan tiga ponsel.

Sedangkan di apartemen JT yang berlokasi di Ciputra World 2, mereka menemukan dua harddisk eksternal, satu flashdisk, dan bahkan 15 buku catatan. Semua barang bukti ini diyakini berkaitan erat dengan dugaan korupsi yang sedang diteliti.

Setelah penggeledahan tersebut, status kasus ini sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Namun hingga saat ini, Kejagung masih belum menetapkan siapa-siapa saja yang akan menjadi tersangka. Hal ini menunjukkan bahwa pihak kejaksaan masih melakukan penghitungan yang lebih cermat terkait kerugian negara yang timbul akibat kasus ini.

Kejagung mengambil langkah ini setelah menerima banyak informasi dan dugaan adanya penyimpangan dalam proses pengadaan laptop. Terlebih lagi, intervensi dalam proses pengadaan alat teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan telah memicu banyak kecurigaan. Ini bukan hanya sekadar kasus biasa, tetapi mencakup banyak kepentingan di dunia pendidikan Indonesia.

Kasus ini menjadi sangat penting karena tengah berkaitan dengan program digitalisasi pendidikan yang didanai oleh pemerintah. Ini adalah langkah bergulirnya transformasi digital di sekolah, jadi wajar saja jika banyak pihak yang penasaran dan merasa perlu untuk menanggapi aksi Kejagung. Disinilah pentingnya transparansi dalam proses pengadaan barang di sektor publik untuk menghindari potensi korupsi yang merugikan semua pihak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU