Jumat, 30 MEI 2025 • 14:39 WIB

Netanyahu Terpojok! Sekutu Dekat Israel Ramai-Ramai Balik Menyerang

Author

PM Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: Istimewa)

HYPEVOX – Akhir-akhir ini, situasi di Israel dan Gaza semakin memanas, dan Netanyahu, Perdana Menteri Israel, mendapati dirinya terpojok. Negara-negara seperti Jerman, Inggris, Kanada, Prancis, dan bahkan Amerika Serikat, yang sebelumnya menjadi sekutu dekat Israel, mulai mengkritiknya secara terbuka. Mereka menuntut agar Israel segera menghentikan serangan di Gaza.

Segala kritik ini muncul setelah Israel melanjutkan ofensif militer yang dinilai sudah melampaui batas. Negara-negara sekutu ini khawatir tindakan Israel bisa berujung pada krisis kemanusiaan yang lebih parah dan memperburuk situasi di kawasan.

Frustrasi di Washington

Washington terlihat semakin frustrasi dengan Netanyahu. Menurut sumber, kegagalan Israel dalam mencapai gencatan senjata di Gaza menjadi perhatian utama bagi pemerintah AS saat ini. Administrasi baru di AS sepertinya berharap ada perubahan dari pemimpin Israel, tetapi mereka merasa Netanyahu tidak memenuhi harapan tersebut.

Para pejabat tinggi di AS menilai hubungan mereka dengan Netanyahu sudah mulai transaksional dan mereka tidak mendapatkan apa-apa yang diharapkan selama ini. Meskipun hubungan AS-Israel tetap kuat, kekhawatiran mulai muncul jika Netanyahu terus maju dengan kebijakannya yang dianggap merugikan.

Ancaman Sanksi dari Negara Sekutu

Inggris, Kanada, dan Prancis baru-baru ini melontarkan ancaman sanksi terhadap Israel jika tindakan militer di Gaza tidak dihentikan. Ini adalah langkah paling tegas yang diambil oleh sekutu-sekutu Israel dalam beberapa waktu terakhir. Ada keinginan di kalangan negara-negara ini untuk menghentikan eskalasi yang dianggap tidak proporsional dan melanggar hukum internasional.

Ancaman ini menunjukkan bahwa dukungan terhadap Israel mulai berkurang, terutama di antara negara-negara yang selama ini dipercaya akan tetap berdiri di samping Israel tanpa syarat.

Netanyahu Menghadapi Tekanan Internasional

Dalam situasi yang semakin sulit ini, Netanyahu mengungkapkan niatnya untuk mengakhiri perang di Gaza setelah mencapai beberapa misi tertentu. Ia menyatakan bahwa ada sandera yang masih hidup dan berusaha menghindari krisis kemanusiaan dengan tetap mempertahankan operasi militer.

Namun, banyak yang meragukan apakah janjinya akan ditepati. Pasalnya, Netanyahu harus menghadapi tekanan internasional yang semakin berat, terutama dari negara-negara sekutu yang sebelumnya mendukung Israel.

Penolakan Gencatan Senjata yang Berkelanjutan

Meskipun ada pembicaraan mengenai potensi gencatan senjata, Netanyahu tampaknya tetap pada pendiriannya untuk melanjutkan operasi militer. Ia berjanji akan menghindari tindakan yang bisa memperburuk krisis kemanusiaan, sambil tetap fokus pada tujuan militer mereka.

Ini mengecewakan banyak pihak, termasuk negara-negara yang mendukung Israel tetapi kini merasa tindakan tersebut terlalu jauh. Perkembangan ini menambah kompleksitas dalam situasi yang sudah rumit.

Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

Ke depan, menjadi semakin jelas bahwa Netanyahu berada di bawah tekanan besar tidak hanya dari musuh-musuhnya, tetapi juga dari sekutu-sekutu dekatnya. Negara-negara Barat menuntut perubahan dan lebih banyak tanggung jawab dari Israel dalam konflik yang sedang berlangsung.

Apakah Netanyahu akan mendengarkan suara-suara ini dan mengubah kebijakannya? Atau apakah ia akan terus maju dengan cara yang sama dengan harapan bisa mencapai tujuannya? Hanya waktu yang dapat menjawabnya, tetapi satu hal pasti: situasi ini akan terus menjadi perhatian utama dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU