Kamis, 12 JUNI 2025 • 11:05 WIB

Industri di Asia Tenggara Tertekan Akibat Lonjakan Impor China

Author

HYPEVOX – Indonesia, Vietnam, dan Thailand menghadapi lonjakan impor barang dari China akibat tarif tinggi Amerika Serikat terhadap produk China. Akibatnya, pasar Asia Tenggara mengalami tekanan terhadap industri lokal karena produk China yang lebih murah membanjiri pasar.

Fenomena ini merupakan hasil pengalihan perdagangan dari China, sebagaimana diungkapkan Kepala Riset Ekonomi Pasar Berkembang Citigroup Inc, Johanna Chu. Ekspor langsung China ke AS menurun, sementara Asia Tenggara justru menyaksikan lonjakan barang impor.

Efek Tarif AS Terhadap Ekspor China

Amerika Serikat memberlakukan tarif tinggi terhadap barang-barang impor dari China, memaksa negara tersebut untuk mengubah jalur perdagangan mereka. Ekspor langsung ke AS mengalami penurunan tajam, sementara Asia Tenggara menerima peningkatan ekspor secara signifikkan dari China.

Johanna Chu dari Citigroup Inc menyatakan bahwa fenomena ini menjadi tantangan bagi negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Lonjakan ini meningkatkan persaingan dengan produk lokal, yang dapat berdampak buruk bagi industri dalam negeri.

Industri Tekstil Indonesia di Bawah Tekanan

Industri tekstil Indonesia merasakan dampak dari membanjirnya barang-barang impor murah dari China. Tekanan terhadap pelaku usaha lokal semakin besar di tengah kesulitan sektor ini.

Ribuan pekerja di sektor garmen terancam mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat tekanan persaingan ini. Rekor impor tekstil dari China makin menambah beban berat bagi industri dalam negeri.

Praktik Transshipment dan Kebijakan Tarif

Praktik transshipment menjadi salah satu faktor yang memperkeruh perdagangan internasional di Asia Tenggara. China diyakini mengalihkan arus barang untuk menghindari tarif tinggi dari AS, membawa dampak pada negara tujuan seperti Indonesia.

Laporan dari Citi menunjukkan korelasi antara kenaikan impor barang China dan ekspor Asia Tenggara ke AS. Namun, negara seperti Vietnam dan Thailand berupaya memperketat sertifikasi asal barang untuk mengekang praktik ini. Ketua Umum APSyFI, Redma Gita Wirawasta, mengingatkan pentingnya mencegah ekspor lonjakan yang hanya menguntungkan transshipment ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU