HYPEVOX – Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan pembangunan giant sea wall, tanggul laut raksasa yang akan melindungi pesisir Jakarta hingga Jawa Timur. Proyek ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan peningkatan permukaan air laut yang mengancam kehidupan masyarakat pesisir.
Dalam acara International Conference on Infrastructure (ICI) 2025, Presiden Prabowo Subianto mengajak Pemprov DKI Jakarta untuk berkontribusi dalam pendanaan yang diperkirakan mencapai USD 8 miliar. Ia menekankan pentingnya kolaborasi untuk keselamatan masyarakat pesisir.
Panggilan untuk Urunan Dana
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan DKI Jakarta terkait proyek pembangunan tanggul laut. “Karena APBD-nya DKI sangat besar. Jadi saya bilang DKI harus urunan,” ungkap Prabowo di JCC, Senayan, Jakarta.
Prabowo berharap kerja sama ini dapat membantu menjaga keselamatan masyarakat yang terancam oleh cuaca ekstrem dan peningkatan permukaan air laut. “Kontribusi Pemprov DKI Jakarta akan sangat berharga sehingga terjadi pembagian tanggung jawab dalam proyek tersebut,” tambahnya.
Prioritas Pembangunan
Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo menjelaskan lokasi prioritas untuk pembangunan tanggul laut, yaitu Jakarta, Semarang, dan Brebes. “Tepian laut di wilayah itu sudah mengancam kehidupan rakyat, jadi tanggul utara DKI, kemudian nanti selanjutnya di depan Semarang,” jelasnya.
Pemerintah juga menyatakan terbuka terhadap kontribusi negara atau perusahaan asing dalam proyek ini. “Tapi, kita tidak tunggu, kita akan gunakan kekuatan kita sendiri,” tegasnya, menunjukkan komitmen pada kemandirian dalam pembangunan.
Rencana Anggaran dan Timeline
Proyek tanggul laut direncanakan sepanjang sekitar 500 km, membentang dari Banten hingga Jawa Timur, dengan total anggaran sebesar USD 80 miliar. Presiden Prabowo memprediksi penyelesaian proyek ini akan memakan waktu hingga 20 tahun, terutama untuk bagian Teluk Jakarta yang butuh waktu 8 hingga 10 tahun.
“Kalau sampai ke Jawa Timur mungkin membutuhkan waktu 15 sampai 20 tahun,” lanjut Prabowo, menekankan bahwa rencana ini harus segera direalisasikan demi keberlangsungan hidup masyarakat di kawasan pesisir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: