Minggu, 22 JUNI 2025 • 21:20 WIB

Serangan Militer AS Terhadap Fasilitas Nuklir Iran

Author

Generated by Journalist AI

HYPEVOX – Serangan militer terbaru Amerika Serikat menargetkan tiga lokasi fasilitas nuklir di Iran, seperti yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump. Fasilitas yang disasar termasuk pengayaan uranium di Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump mengklaim bahwa serangan tersebut merupakan ‘serangan yang sangat berhasil’, menyerang beberapa lokasi kunci dengan sejumlah bom.

Detail Serangan AS

Trump mengungkapkan bahwa operasi militer ini telah dilaksanakan dengan sukses. Dalam pernyataannya, dia menyebut secara jelas lokasi yang disasar, terutama Fordow, dan menegaskan bahwa ‘sejumlah bom dijatuhkan di lokasi utama’.

Dalam serangan tersebut, sebanyak 30 rudal diluncurkan dari kapal selam AS untuk memberikan target pada fasilitas di Natanz dan Isfahan. Selain itu, lebih dari selusin bom penghancur bunker juga dijatuhkan di Fordow dan Natanz.

Dampak dan Tipe Senjata yang Digunakan

Jenis bom yang digunakan dalam serangan ini adalah GBU-57 Massive Ordnance Penetrator (MOP), yang memiliki berat sekitar 13,5 ton. Penggunaan senjata berat ini menunjukkan keseriusan dari serangan AS terhadap program nuklir Iran.

Dampak langsung dari serangan ini belum dapat dipastikan sepenuhnya, tetapi perhatian publik tertuju pada kapan dan bagaimana Iran akan merespon.

Kondisi di Sekitar Lokasi

Dari sisi geografi, lokasi Fordow berada sekitar 123,51 km dari Teheran, sementara Natanz berjarak 246,16 km, dan Isfahan paling jauh, yaitu sekitar 352,52 km dari ibu kota Iran. Lokasi-lokasi ini terletak di daerah strategis yang tentunya penting bagi program nuklir Iran.

Meski begitu, laporan dari kantor berita resmi Iran, IRNA, menunjukkan bahwa tidak ada tanda-tanda ledakan besar di sekitar lokasi Fordow. Ini menimbulkan berbagai spekulasi tentang dampak sebenarnya dari serangan tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU