Selasa, 19 AGUSTUS 2025 • 11:53 WIB

Peluncuran Buku ‘Jokowi’s White Paper’, Mengungkap Analisis Keaslian Ijazah Presiden

Author

HYPEVOX – Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tiffauzia Tiyassuma baru saja meluncurkan buku berjudul ‘Jokowi’s White Paper’ pada Senin, 18 Agustus 2025. Buku ini mendalami analisis ilmiah mengenai keaslian ijazah Presiden Joko Widodo.

Buku berjudul lengkap ‘Jokowi’s White Paper: Kajian Digital Forensik, Telematika, dan Neuropolitika atas Keabsahan Dokumen dan Perilaku Kekuasaan’ ini memiliki hampir 700 halaman, yang berisi hasil penelitian mendalam dari ketiganya.

Analisis Keberadaan Ijazah Jokowi

Buku ini mengangkat isu keabsahan ijazah Jokowi berawal dari dialog santai yang dipandu oleh Rosiana Silalahi. Dalam dialog itu, Mahfud MD menyebutkan IPK-nya yang lebih tinggi dibanding Jokowi, memicu pertanyaan dari publik.

Roy Suryo menekankan bahwa mereka yang menantang keaslian ijazah, seperti Bambang Tri Mulyono dan Sugi Nur Rahardja, justru mengalami kriminalisasi, hal ini menjadi tema penting dalam buku mereka.

Selain menyajikan analisis, buku ini juga mencatat kunjungan Roy dan tim ke Fakultas Kehutanan UGM pada April 2025 untuk meneliti salinan skripsi Jokowi.

Metode Analisis yang Digunakan

Roy Suryo mengungkap bahwa mereka menerapkan metode Error Level Analysis (ELA) untuk menilai keaslian ijazah Jokowi. Metode ini mengecek keaslian dokumen berdasarkan komponen digital yang ada.

Rismon Sianipar turut berkontribusi dengan analisis spektrum warna untuk memeriksa stempel pada ijazah. Tiffauzia juga menyajikan kajian dari perspektif neuroscience untuk menganalisis pola politik Jokowi.

Roy menegaskan, ‘Paling menonjol ya kesimpulannya adalah skripsinya 99,9 persen palsu. Tidak mungkin menghasilkan ijazah asli’, pernyataan ini memberikan dampak signifikan pada isi buku.

Grand Launching dan Distribusi Buku

Buku ini tersedia dalam dua bahasa, yaitu Indonesia dan Inggris. Grand launching ‘Jokowi’s White Paper’ dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 27 Agustus 2025 dengan kemungkinan cetakan perdana sebanyak lima ribu eksemplar.

Selain versi cetak, buku ini juga akan diproduksi dalam format e-book, dengan target distribusi ke 25 negara melalui kerjasama dengan Forum Diaspora Indonesia (FDI).

Roy berharap bahwa meskipun ditulis dengan gaya teknis, buku ini tetap mudah dipahami dan dapat menjadi referensi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU